Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman Bag4

Kermiche dan Petitjean, yang diketahui telah berbaiat kepada kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), bahkan sempat menyandera dua biarawati dan sepasang anggota jemaat lanjut usia, sebelum ditembak mati polisi. Peristiwa horor di St. Étienne du Rouvray melengkapi rentetan aksi teror yang mendera Prancis dalam satu setengah tahun terakhir.

Dari insiden Charlie Hebdo, yang menewaskan 12 orang; serangan Paris, 130 orang tewas; hingga aksi serudukan truk maut yang merenggut 84 nyawa di Kota Nice pada 14 Juli lalu. Para pelaku semua serangan mematikan itu diketahui berkelindan dengan kelompok Islam radikal, entah Al-Qaidah entah ISIS. Pemerintah Prancis bereaksi keras, mengarahkan sorotan pada 2.500 masjid di penjuru negeri.

Bolehkah Kontes Foto dan Bakat

Akhir-akhir ini marak diadakan lomba foto bayi/balita di media sosial, malmal, dan media massa. Biasanya lomba ini diselenggarakan dalam rangka promosi produk anak-anak. Mama Rita Zora, misalnya, per nah mengikutkan beberapa kali bayinya (11 bulan) ke berbagai kontes bayi di Facebook dan Instagram. “Sejak 6 bulan, Aziza sudah saya ikutkan lomba. Kebetulan anak saya cute. Tapi tujuannya bukan untuk menang. Asal udah dapat jempol dari viewers, rasanya senang banget.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Sampai sekarang sudah enam kali ikut, Aziza baru sekali menang, itupun juara harapan. Tapi senang lihat anak tampil,” kata Mama Rita yang mengaku hanya ikut kontes yang gratis-gratis saja. Lain lagi pengalaman Mama Mega Lianah yang mengikutsertakan putri kecilnya pada lomba fashion show balita. “Anakku Raras (4) memang senang tampil gaya. Saat saya ikutkan lomba ternyata dia pede banget pas di panggung. Padahal saya enggak pernah mengajari khusus. Sampai sekarang keterusan ikut lomba fashion dan beberapa kali jadi juara.”

Lihat Penyelenggara Dan Kesiapan Anak

Apa pun alasan Mama mengikutkan si kecil dalam sebuah lomba/kontes, baik untuk kontes foto atau kontes bakat, Mama perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: Dari sisi penyelenggara: ¦ Lihat siapa penyelenggaranya. Agar tidak tertipu, pilih penyelenggara legal. Contoh, Mama boleh mempertimbangkan bila penyelenggaranya sebuah produk makanan/mainan bayi atau mal ternama. Alamat dan nama yang jelas menjadi jamin an bila ada sesuatu hal yang memberatkan, Mama bisa langsung mendatangi pihak penyelenggara.

¦ Lihat tujuan penilaian. Kalau kontes lomba foto bayi sehat, berarti kriteria tertinggi adalah yang berpenampilan paling lucu dan menarik, disertai proporsional tinggi dan berat badan. Sementara dalam kontes bakat, meskipun anak Mama cantik selangit, namun jika kurang ada bakat yang bisa ditonjolkan, lebih baik tunda dulu meng ikutinya agar lebih siap “bertarung” dengan kontestan lain. ¦ Lihat biaya pendaftaran. Untuk lomba foto yang di sponsori produk makanan/ produk pakaian yang besar dan legal, biasanya kita ti dak dikenakan biaya pendaf taran. Kalaupun ada, paling hanya menunjukkan struk belanja produk mereka. Tapi kalau ada penyelenggara meng iming-imingi hadiah bombastis, namun biaya pen daftarannya hingga ratusan ribu, lupakan saja. Ini pasti penipuan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Jenis-Jenis Feedback Menurut Klasifikasi

Di dalam ilmu komunikasi terdapat beberapa jenis feedback, beberapa diantaranya adalah analogi yang ada di dalam konteks komunikasi yang lain atau bahkan merupakan sifat dari komunikasi tersebut, jenis-jenis tersebut diantaranya adalah :

  1. Feedback Positif-Feedback Negatif

Feedback yang bersifat positif adalah suatu isyarat yang ditunjukkan kepada komunikan yang berarti bahwa mereka memahami apa yang disampaikan oleh komunikator tersebut, dan ingin melakukan kerja sama agar dapat mencapai sasaran komunikasi,

Selain itu feedback yang bersifat positif ini tidak akan menunjukkan gejala perawanan atau bahkan pertentangan. Contoh feedback positif adalah para komunikan mengangguk setuju, memperhatikan dengan seksama, dan responsif untuk bertanya.

Baca Juga: Keren Aplikasi WA Bisa Share Lokasi

Feedback negatif adalah sebuah isyarat atau sebuah gejala yang ditunjukkan oleh para komunikan yang menandakan mereka memiliki sikap yang berkisar seperti halnya tidak setuju, tidak menyukai pesan yang disampaikan, atau bahkan tidak menyukai kepribadian dari sang komunikator tersebut. Dan semua hal yang berlawanan dengan feedback positif tersebut adalah feedback negatif.

Contoh sikap dari feedback tersebut adalah melakukan hal lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang dibahas oleh komunikator, nyeletuk, menginterupsi secara tidak sopan, keluar ruangan tanpa adanya izin terlebih dahulu kepada komunikator, dan tindakan lainnya yang tidak mengenakkan.

  1. Feedback Netral

Feedback Zero, Feedback Netral adalah salah satu jenis feedback yang sulit untuk diidentifikasi oleh komunikator apakah komunikan tersebut memiliki sebuah isyarat atau bahkan suatu gejala yang menunjukkan respon positif atau bahkan respon yang negatif.

Respon yang bersifat netral ini adalah feedback yang tidak memiliki wujud yang jelas. contoh nya adalah perilaku diam dan tidak ada yang ingin bertanya atau bahkan tidak responsif saat komunikator menanyakan kepada komunikannya mengenai suatu hal.

Feedback Zero adalah salah satu feedback yang paling susah untuk dimengerti oleh pihak komunikator, karena para komunikator tersebut tidak mengetahui dengan jelas isyarat atau gejala yang muncul dari komunikan tersebut.

Contoh feedback tersebut adalah disaat komunikator menyampaikan suatu pesan yang bersifat memilukan, malah justru feedback dari para komunikan adalah tertawa terbahak-bahak.

  1. Feedback Internal

Feedback Eksternal, Feedback Internal adalah sebuah sumber respon yang diberikan oleh komunikan sebagai bentuk feedback. Apabila hal tersebut muncul di dalam diri pihak komunikator, maka hal tersebut akan menjadi sebuah feedback internal.

Contohnya adalah saat komunikator memberikan suatu pesan kepada komunikan, dan komunikator tersebut mengingat satu hal kemudian komunikator tersebut akan meralat apa yang sudah mereka sampaikan dengan penjelasan yang baru ia ingat sebelumnya, nah hal tersebut dapat kita lihat sebagai salah satu feedback yang ada di dalam diri komunikator tersebut.

Feedback Eksternal adalah sebuah feedback yang berasal dari pihak komunikan al tersebut ditandakan dengan memberikan suatu ekspresi wajah tertentu dari komunikan tersebut, seperti halnya gerak-gerik, suara yang dibuat oleh komunikan tersebut saat komunikasi antara komunikator dan komunikan sedang berlangsung.

Keren Aplikasi WhatsApp Bisa Share Lokasi

Popularitas WhatsApp (WA) telah menciptakan revolusi di industri komunikasi. Sebelum WhatsApp booming, aplikasi yang paling banyak digunakan masyarakat adalah Blackberry Messenger atau BBM.

Namun sayang popularitas BBM kian meredup dan kini digantikan oleh WA. Ditambah lagi begitu banyak fitur tambahan yang dihadirkan oleh WhatsApp menjadikan komunikasi jarak jauh semakin lancar seperti yang dikutip dari web https://www.belokbelok.com/

Beberapa fitur yang memberikan gebrakan baru seperti telepon, video call, mengirim dokumen hingga share lokasi. Dengan adanya fitur share loc ini banyak orang dimudahkan untuk mencari sebuah alamat.

Bagaimana cara share lokasi melalui WA? Apakah hasilnya akurat? Daripada kamu bingung caranya, yuk cari tahu selengkapnya di sini.

Keren Aplikasi WhatsApp Bisa Share Lokasi

Semakin banyak orang yang membutuhkan peta untuk mencari sebuah lokasi tertentu. Beruntunglah dengan dengan adanya Google Maps, karena hampir semua lokasi di dunia bisa diketahui. Ada petunjuk arah dan perkiraan waktu jangkauan.

Tapi bagaimana jika kamu ingin memberitahukan lokasi secara tepat kepada teman? Misalnya saja, kamu hendak mengundang teman ke rumah. Mereka tidak tahu sama sekali cara untuk pergi ke rumahmu.

Jika menggunakan Google Maps dan harus screenshot dan mengirimkan gambar masih sulit untuk menjadi petunjuk. Mengirimkan alamat saja juga kurang efektif, dan seringkali alamat yang dikirimkan kurang akurat.

Cara share lokasi melalui WA ini cukup efektif dan bisa dimanfaatkan dengan mudah dan cepat. Hasilnya paling akurat dan kamu bisa memilih lokasi paling akurat sebagai perkiraan. Dengan begitu teman yang menerima alamat bisa langsung membukanya melalui Google Maps dan tinggal ikuti peta saja.

Kelebihan inilah yang ditawarkan oleh fitur share loc dari WA yang kini begitu banyak dimanfaatkan. Apalagi dengan maraknya toko online, pengiriman barang dengan share lokasi lebih cepat.

WhatsApp sendiri menawarkan dua jenis share lokasi. Yang pertama adalah share live location dan kedua send your current location. Untuk share live location, lokasi yang dikirimkan adalah posisi saat itu juga.

Jadi jika pada saat itu kamu berada di kantor, maka lokasi yang terdeteksi adalah alamat yang sama. Tapi jika kamu berpindah, peta yang dikirimkan juga akan berubah mengikuti kemana saja kamu pergi.

Amankah mengirimkan lokasi dengan tipe ini? Tentu saja aman, karena semua data telah terenkripsi jadi aman. Selain itu kamu juga bisa menentukan kepada siapa saja kamu  hendak membagikan info tentang lokasi.

Sedangkan yang kedua yaitu send your current location kebalikan dari jenis pertama. Sifatnya statis, jadi lokasi yang dikirimkan adalah di mana kamu sesaat sebelum mengirimkan data lokasi.

Apabila kamu pindah ke tempat lainnya, maka posisi yang tadi telah di share tidak akan berubah. Bagaimana WhatsApp bisa bekerja secanggih ini dan mengetahui lokasi penggunanya secara akurat?

Adanya Global Positioning System atau lebih familiar dengan GPS ini membuat fitur share bekerja dengan baik. Jadi jika kamu tidak mengaktifkan GPS, maka WhatsApp tidak bisa bekerja mengirimkan lokasi dengan akurat.

 

Keluh Mahal Uang Kuliah Tunggal bag6

Padahal tuntutannya turun hingga separuh. ”Rumit prosesnya. Saya menyerah, enggak banding lagi,” ucapnya. Apa yang dialami Lia dan Yudi serta mahasiswa perguruan tinggi negeri yang juga mengajukan permohonan banding lain tampaknya berbanding terbalik dengan tujuan awal diberlakukannya sistem uang kuliah tunggal. Seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im, uang kuliah tunggal adalah bentuk dari biaya pendidikan berkeadilan.

Sistem uang kuliah tunggal sebenarnya diterapkan untuk menyederhanakan uang kuliah dengan banyak pos. Uang kuliah tunggal membuat mahasiswa tak perlu membayar uang pangkal, uang laboratorium, uang gedung, bahkan uang wisuda. Meski begitu, biaya kuliah disesuaikan dengan fakultas dan jurusan. Untuk jurusan dengan kebutuhan praktek dan laboratorium lebih banyak, biayanya jelas lebih tinggi.

ASUS Rilis Tiga Produk Terbaru dan Toko Online bersama Autotrade Gold

ASUS Rilis Tiga Produk Terbaru dan Toko Online bersama Autotrade Gold

Sebelum tahun 2014 berakhir, ASUS kembali merilis tiga produk terbaru untuk pasar indonesia. Ketiga produk tersebut adalah padfone S yang dilengkapi Superfone 4G LTE, Fonepad 7, dan Fonepad 8. padfone S yang merupakan produk 2-in-1, gabungan tablet dan smartphone ASUS kini dilengkapi dengan smartphone berukuran 5 inci 1920×1080 pixel dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 801 Quadcore, Android Kitkat, ZenUi, dan kamera 13 Mp. Tabletnya sendiri memiliki ukuran layar 8,9 inci.

Saat membutuhkan perangkat multimedia, konsumen tinggal memasukkan smartphone ke dalam station agar bisa merasakan kemampuan tablet 8,9 inci dengan resolusi layar lebih tinggi. padfone S dibekali dengan baterai 2300mAh (smartphone) dan 4990 mAh (station). ASUS juga merilis dua tablet berbasis intel Atom Z3530 quad core 1,33Ghz dengan teknologi 64-bit, yaitu Fonepad 7 dan Fonepad 8. Kedua tablet ini hanya dibedakan dari ukuran layar dan kapasitas memori. Fonepad 7 memiliki kapasitas 1 GB (RAM) dan 8GB (storage).

Sementara Fonepad 8 sudah dibekali 2 GB (RAM) dan 16 GB (Storage) di kesempatan yang sama, ASUS juga merilis toko online untuk pasar indonesia. ASUS ingin memanjakan konsumen di indonesia agar tidak susah dalam mencari produk-produk unggulannya. Toko online yang beralamat di http://store.asus.com/id ini juga menyediakan aksesoris-aksesoris original untuk produk ASUS.

Lenovo Hadirkan Vibe X2 dengan Desain Tipis dan Bobot Ringan

Penerus seri Lenovo Vibe X akhirnya dirilis pada akhir bulan November 2014 lalu. Generasi kedua dari Vibe X ini masih mementingkan unsur stylish sehingga desain tipis dan ringan tetap dipertahankan. Namun, jeroannya meningkat tajam dengan digunakannya prosesor Mediatek MT6595 octacore untuk menjalankan berbagai aplikasi di dalamnya. Smartphone ini juga sudah mendukung jaringan 4G LTE.

Tidak heran dalam mengusung Lenovo Vibe X2 ini, pihak Lenovo mengandalkan tiga feature utama yang ada di sosok Vibe X2, yaitu desain tri-layered, prosesor Mediatek MT6595 LTE True8core, dan aksesoris yang inovatif. Dalam penjelasannya di depan media saat peluncurannya di hotel pullman Jakarta, Jd howard, Vp & head of Sales Lenovo Asia pacific menyatakan bahwa penggunaan prosesor octa-core mediatek MT6595 4G LTE ini dapat memberikan kinerja tinggi tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai.

Feature lain yang dibenamkan dalam Lenovo Vibe X2 ini adalah kamera belakang 13 Mp auto fokus dan depan 5 Mp sehingga dapat menghasilkan tangkapan gambar yang jernih dan detail. Seperti seri lainnya, Lenovo juga memberikan aplikasi doit Mobile miliknya dalam Vibe X2 untuk kenyamanan penggunaan bagi konsumennya. Lenovo vibe X2 sudah tersedia di indonesia sejak desember 2014 dengan harga Rp. 3.999000.

Sumber : autotradegold.space

Sebelumnya, Anda mengatakan ignorant, apakah tetap seperti itu saat menjadi menteri?

Ini sudah saya jawab. Sudah saya jelaskan ke Menteri Hukum. Silakan bertanya kepada beliau.

Ketika masuk ke Kementerian ESDM, apakah Anda mengetahui peta di dalam kementerian itu? Kalau saya mengetahui bakal masuk hutan belantara dan akan banyak ular di sana, tentu saya tidak berani. Karena tidak tahu, akhirnya berani. Tapi, insya Allah, kita hidup akan ada manfaatnya untuk orang lain.

Benarkah Anda akan diangkat kembali menjadi menteri setelah status kewarganegaraan selesai? Ketika diangkat menjadi menteri, saya berpandangan bahwa jabatan itu amanah. Sebelum dilantik jadi menteri, saya seorang insinyur. Lalu ada skenario dari yang atas saya jadi menteri. Saat dilantik pun dalam hati saya bersiap bahwa sewaktu-waktu jadi orang biasa. Jabatan itu tidak langgeng.

Membangun Budi Pekerti Bag3

Kalaupun orang yang menjadi panutannya banyak, usahakanlah untuk semua panutan si kecil ini sejalan dan seirama. Ya satu dua hal pasti berbeda sih, tetapi setidaknya nilainilai dasar yang kita tanamkan sama.

Pendidikan budi pekerti adalah pembelajaran seumur hidup, tak bisa tuntas dalam waktu singkat. Tak perlu menunggu anak besar untuk mengajarkannya, semakin cepat semakin baik. Pun kita sebagai orangtua justru belajar bersama anak. Menjadi orangtua berarti harus selalu mau belajar, dan anak adalah guru terbaik yang kita miliki.

Maria juga menambahkan, pendidikan budi pekerti sebetulnya memiliki cakupan luas: sopan santun, keramahan, empati, hormat menghormati, toleransi, dan menghargai perbedaan. Kita perlu mengakui sebagai orangtua pun, kita kadang tidak konsisten melakukannya. “Sudah dewasa bukan berarti berhenti belajar. Sering kali kita malah belajar dari anak soal budi pekerti ini,” tutur Maria.

Membangun Budi Pekerti Bag2

Hati-Hati “Stempel”

Hal lain yang menarik menurut Maria, kenyataan bahwa kita hidup di lingkungan masyarakat yang masih mengedepankan budi pekerti. “Masyarakat kita cenderung menganggap orang yang tak menjalankan kebiasaan sesuai norma sebagai pribadi yang aneh, tidak mempunyai budi pekerti,” jelas Maria. Saat anak tak mau bersalaman atau mencium tangan ketika bertemu orang lain, dengan mudah “stempel” tidak sopan itu muncul, atau malah langsung diucapkan, ‘Yang sopan dong…’ Padahal, “stempel” seperti itu menyudutkan anak.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Yang perlu dipahami, tak semua anak punya karakter yang sama. Ada anak yang mudah beradaptasi sehingga ia cenderung mudah beramah tamah, mingle, dan bermain bersama orang yang baru dikenalnya. Namun, ada anak yang termasuk slow warmth alias terlambat panas, sehingga ia tak mudah akrab dengan orang baru. Kadang, kita terlalu mudah memberi anak “stempel” bahwa ia sopan atau tidak sopan atau bahkan “anak itu nakal” tanpa tahu (atau merasa tidak perlu tahu?) bagaimana keseharian si anak.

Jadi, daripada sibuk me labeli anak teman, tetangga, atau saudara sendiri, lanjut Maria, lebih baik kita cek lagi, apakah kita sudah cukup membekali anak dengan nilai-nilai budi pekerti, termasuk kesopanan? Sudahkah kita cukup mengingatkan anak tentang hal-hal kecil yang ternyata penting bagi kesiapannya hidup di masya rakat nanti?

Atau apakah selama ini kita sudah konsisten menjadi role model utama anak? Bekal budi pekerti ini akan mempermudah anak dalam bermasyarakat dan bersosialisasi di tengah lingkungan. Ia pun akan lebih mudah diterima karena perilakunya baik, positif, dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Tentu kita ingin mendengar hal-hal baik yang dilakukan anak kita, kan?

Pembelajaran Seumur Hidup

Terakhir, konsistensi da lam menjadi role model bagi anak. Maria sekali lagi menegaskan, “Pekerjaan rumah besar bagi orangtua adalah terus menjaga dirinya untuk memiliki integritas dan budi pekerti yang baik. Paling tidak, di rumah anak belajar mengenai perilaku yang benar sebelum ia terjun ke dunia luas.”

Konsistensi ini juga yang perlu kita komunikasikan pada pasang an, pengasuh anak, juga keluarga dekat (kakek nenek, om tante, dan seterusnya). Jangan sampai anak bingung karena ia melihat terlalu banyak contoh.

Membangun Budi Pekerti

Rayya, 3 tahun, sedang bersama Papa di toko buku. Saat asyik melihat-lihat buku, tak sengaja ia menjatuhkan beberapa buah buku dari rak dan mengenai kaki seorang ibu di dekatnya. Buru-buru Rayya mengambil buku itu, merapikannya kembali, sambil berkata, “Maaf ya, Tante.” Mendidik anak dengan etiket tinggi, seperti Rayya, tentunya butuh proses. Maria Herlina Limyati, MSi, Psi., seorang psikolog anak, menuturkan senjata utama dalam menanamkan nilai-nilai kesopanan adalah menjadi panutan yang baik untuknya.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Misal, jika kita ingin anak bersikap hormat pada orang lain, tetapi kita malah bersikap kasar terhadap Si Mbak di rumah, maka anak akan melihat kita membedabedakan orang dalam berperilaku. “Jangan heran jika anak berperilaku sama. Action speaks louder than words,” tegas Maria. Menanamkan nilai-nilai so pan santun, juga perlu ditanamkan sejak dini. Pada usia 18 bulan, anak mulai memahami bahwa orang lain punya perasaan sepertinya. Boleh dibilang ini waktu yang tepat untuk mengajari anak bahwa perilakunya akan memengaruhi orang lain.

Cara mengajarinya pun tak harus dengan menjelaskan ini itu. Cukup lakukan dalam keseharian kita. Contoh, ketika si kecil membantu kita mengambilkan sesuatu, katakan terima kasih. Seiring pertambahan usia, kita bisa memanfaatkan story telling atau membahas kejadian sehari-hari yang anak lihat. Tempelkan empat kata sakti (permisi, tolong, maaf, terima kasih) dengan gambargambar menarik di tempat yang mudah dilihat anak.

Tentu dengan praktiknya juga sehingga anak tahu kapan ia perlu menggunakan kata sakti tersebut. Selain itu, anak pun per lu disadarkan bahwa setiap perilaku kita akan memengaruhi orang lain. Perilaku orang lain yang kita terima adalah imbas dari perilaku kita pada orang lain. Si batita mungkin tak langsung paham, tetapi kita bisa mem bantunya memahami.

Contoh, saat anak mendorong temannya sampai temannya jatuh dan menangis. Kita bisa berkata demikian, “Kenapa Rayya tadi dorong teman? Mama nggak suka Rayya dorong-dorong teman.” Tekankan pada perilakunya, bukan diri anak. Lalu, bantu ia untuk mencari tahu apa yang selanjutnya perlu ia lakukan, misalnya dalam cerita Rayya tadi, minta ia untuk minta maaf pada temannya.

Sumber : pascal-edu.com