Langsing dengan YOGA Bag2

PASHCHIMOTTANASANA Ambil posisi duduk, luruskan kedua kaki dengan tumit diletakkan di atas balok kecil. Raih ibu jari kaki dengan tangan, lalu tarik perlahan hingga otot-otot menegang. SHAVASANA Ini adalah posisi pendinginan yang juga dilakukan di akhir term pertama. Tidur telentang dengan kepala di atas selimut yang dilipat, punggung dan belakang perut di atas guling sementara bokong ke bawah di matras. Rentangkan tangan, relaks, dan tutup mata dengan handuk.

“ lowongan kerja magang di Jepang gratis lulusan SMA/SMK “ upstory.org

Rambu-Rambu •

Konsultasikan dahulu dengan dokter untuk melihat kesiapan Mama beryoga. Biasanya baru diizinkan setelah 40 hari melahirkan (masa nifas berakhir). • Perlu bimbingan instruktur, setelah mahir baru bisa dilakukan sendiri. • Lakukan dengan hati-hati. Jika muncul keluhan, seperti nyeri di perut, segera utarakan kepada instruktur. • Semua gerakan dilakukan selama 10-20 detik sambil melakukan pernapasan normal.

Makin Sulit Berjalan

Menjelang minggu-minggu terakhir kehamilan, bayi Mama akan sema kin besar, begitu juga dengan tubuh Mama. Tak heran bila berjalan kaki lambat-laun menjadi makin sulit dilakukan. Bukan mustahil mamil merasa seperti seekor pinguin saat berjalan. Ini bukan sekadar perasaan mama, namun ada penjelasan ilmiah nya.

Perubahan hor mon yang ter jadi selama kehamilan membuat jaringan ikat di sekitar panggul menjadi lebih longgar dan lunak, sehingga mamil jadi lebih sulit berjalan. Namun, perubahan ini justru akan menguntungkan saat bersalin nanti karena proses keluarnya bayi melalui panggul jadi lebih mudah.

Paternity Leave

Beberapa minggu belakangan ini, Amerika Serikat sedang dihebohkan dengan keluarnya peraturan perusahaan perihal paternity leave alias cuti me lahirkan bagi papa. Lazimnya hanya mama yang punya jatah cuti melahirkan. Di Indonesia pun cuti melahirkan hanya 3 bulan, bahkan tidak semua papa bisa ikut cuti melahirkan. Paling hanya 2–3 hari, menunggui istri melahirkan, hanya itu.

Padahal, peran papa saat mama melahirkan juga tak kalah penting. Kehadiran papa tak hanya membantu masa pemulihan mama, tetapi juga mendukung pemberian ASI pada bayi. Namun, jika harus melalukan unpaid leave tentu akan berdampak negatif bagi keuangan keluarga. Maka, beberapa perusahaan di AS coba menerapkan paternity leave.

Langsing dengan YOGA

Jika gerakan yoga bagian pertama di edisi lalu bertujuan mengembalikan kebugaran usai bersalin, maka termin keduanya bertujuan mengembalikan kondisi kesehatan organ reproduksi. Misalnya, membantu proses pengerutan rahim dan kembali pada posisi semula, meningkatkan kekuatan otot panggul, penguatan dinding perut, juga otot tubuh lainnya.

“ Info lengkap beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 gratis “ upstory

Selain itu, gerakan yoga berikut ini dapat membantu melancarkan produksi ASI dan tentu saja mengikis lemak sisa kehamilan. Oh ya, siapkan dahulu peralatan yang dibutuhkan, seperti: matras, selimut (dilipat/digulung), kursi, guling, tali, serta balok kecil dengan ketebalan sekitar 7 cm, lebar 10 cm, dan panjang 20 cm. Nah, sekarang Mama siap beryoga!

SUPTA URDHVA HASTANASANA Tidur telentang di atas matras, luruskan kaki dan tangan ke atas, telapak tangan terbuka. Atur napas dan pandangan lurus ke atas. TADASANA Berdiri tegak, luruskan tangan ke bawah dengan telapak tangan di buka dan mengarah ke dalam. Buka kaki sejajar dengan lengan atas. URDHVA BADDANG ULIYASANA Berdiri tegak, tangan ke atas, kaitkan jemari tangan lalu putar balik sehingga telapak tangan mengarah ke atas.

TADASANA (Heels Down) Gunakan kursi untuk meletakkan telapak tangan. Lipat selimut dan letakkan ujung telapak kaki di lipatan selimut sementara tumit di lantai (matras). ARDHA UTTANASANA Bisa menggunakan sisi meja atau kursi. Tekuk tubuh 90°, letakkan telapak tangan di ujung kursi/meja. Luruskan dada bagian belakang sejajar dengan bokong dan kepala. Lebarkan posisi telapak kaki sejajar dengan pinggul. Tatapan mata ke matras.

UTKATASANA Berdiri beberapa senti meter di depan dinding (po sisi mem belakangi dinding ) . Perlahan tempelkan bagian tubuh belakang ke dinding sambil mengangkat ke dua tangan ke atas dengan posisi telapak tangan saling berhadapan . Secara perlahan turunkan tubuh sehingga kaki menekuk 90°.

UTTHITA TRIKONASANA Bagian tubuh menempel di dinding. Secara perlahan miringkan tubuh ke kiri dan letakkan tangan kiri ke balok kecil di lantai. Biarkan kedua kaki tetap lurus, sementara tangan kanan lurus ke atas. UTTHITA PARSHVAKONASANA Bagian belakang tubuh menempel di dinding. Secara perlahan miringkan tubuh ke kanan hingga kaki kanan menekuk 90° dan tangan kanan menyen tuh balok kecil yang terletak di lantai, sementara kaki kiri posisi lurus dengan tubuh sejajar tangan kiri.

Gerbong Bag4

Menurut kamus, lokomotif adalah kepala kereta api (yang menarik gerbong kereta). Di zaman pemerintahan Soeharto, kita ingat, lokomotif kadang-kadang dipakai sebagai metafor untuk aktivis, penggerak. Dewasa ini, dengan pengertian sedikit berbeda, kata yang lebih sering dipakai adalah motor (penggerak). Yang pertama selalu mengambil tempat di muka (pemimpin, gembong, otak), sedangkan yang kedua bisa di belakang, namun tak jarang malah berada di tengah (aktivis, pegiat).

Tentang gerbong, tanpa melihat sendiri barangnya, yaitu apa yang diacu kata itu, orang boleh jadi akan menemui sedikit kesulitan dalam memahami artinya. Sebab yang utama saya kira, kamus bahasa Indonesia memberi defnisi melingkar. Di dalam kamus tercantum: gerbong adalah wagon kereta api (untuk orang atau barang).

Nyeri Badan, Mungkinkah Fibromyalgia? Bag2

Sementara itu, gejala rasa nyeri masih terus berlangsung sehingga pasien yang merasa tak kunjung sembuh, akhirnya berpindah-pindah dari satu dokter ke dokter lain. Bila rasa nyeri menetap hingga tiga bulan lebih disertai dengan gejala-gejala lainnya dan tidak terdeteksi adanya penyakit lain, barulah dokter mulai mengarahkan diagnosis pada fibromyalgia.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Selain melalui wawancara pasien, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan bagian tubuh mana saja yang terasa nyeri. Jika nyeri dirasakan pada lebih dari enam bagian tubuh, pasien sudah bisa dinyatakan mengalami fibromyalgia. Nah, pada mamil, seperti sudah disinggung di atas, fibromyalgia kerap tidak terdeteksi. Sebuah penelitian di Temple University, Pennsylvania, Amerika Serikat menemukan, mamil dengan fibromyalgia akan merasakan keluhan kehamilan yang lebih intens dibandingkan mamil tanpa fibromyalgia

Sebab itu, dalam mendeteksi sindrom fibromyalgia pada mamil, dokter akan mem bandingkan gejalanya dengan mail yang sehat, serta me nelusuri riwayat kesehatan mamil tersebut. %ila gejala yang dikeluhkan melebihi gejala kehamilan normal, mungkin saja Mama terkena sindrom fibromyalgia. Meski fibromyalgia mem buat mamil lebih “menderita”, dampaknya pada janin tidak selalu fatal. Studi yang dilakukan di Israel pada 2 mamil dengan fibromyalgia menemukan, hanya 0 yang mengalami keguguran. Studi itu lebih lanjut mengemukakan, meski mamil dengan fibromyalgia cenderung melahirkan bayi yang lebih mungil, angka kelahiran prematurnya relatif rendah.

Penyebabnya Belum Jelas

Penderita fibromyalgia mengalami rasa nyeri berlebihan akibat kelainan proses sensor di sistem saraf pusat, tetapi belum jelas apa yang menjadi penyebabnya. Sejumlah teori menduga, faktor keturunan atau genetik yang membuat kekacauan sistem saraf pusat tersebut. Ada pula yang menyebut kelainan neurotransmiter atau ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak sebagai biang keladi fibromyalgia.

Yang jelas, sejumlah besar penderita fibromyalgia mulai merasakan gejala-gejalanya setelah mengalami cedera, menjalani operasi, mengidap infeksi virus atau kejadian traumatis. Depresi dan stres tinggi yang berkepanjangan pun disinyalir menjadi faktor pencetus fibromyalgia. Karena itu, meski penyebab fibromyalgia belum diketahui secara pasti, namun bila tergolong kriteria berikut ini, maka berisiko mengalaminya, yakni berjenis kelamin perempuan‑ mereka yang berumur 30s 0 tahun‑ mereka yang anggota keluarganya menderita fibromyalgia‑ dan mereka yang mengalami trauma fisik atau emosional hebat.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag6

Pengacara Nur Alam, Kutut Luyung, tak bersedia menanggapi persoalan ini. ”Kami hanya menangani perkara korupsinya,” ujar Kutut. Engkus mengatakan bukti-bukti itu menguatkan kesimpulan timnya: program doktoral tersebut menyalahi Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pasal 17 aturan ini menyebutkan kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri dengan total 170 menit dilakukan per minggu per semester.

Tempo juga memperoleh informasi bahwa kuliah mahasiswa blok Kendari pernah digelar di sebuah hotel di sana dengan biaya ditanggung mahasiswa. Nasir Andi Baso, mahasiswa blok Kendari, menyangkalnya. Tapi dia mengakui sempat memfasilitasi dosen-dosen dari UNJ saat berwisata ke Konawe, Sulawesi Tenggara.

Lemper Bolognaise ala Nasi Kotak Jakarta

Lemper Bolognaise ala Nasi Kotak Jakarta – Bahan: 1 lbr daun salam 200 gr beras ketan, rendam 1 jam, tiriskan 3/4 sdt garam 1 btg serai, ambil putihnya, memarkan 100 ml santan dari 1/4 butir kelapa 4 lbr daun pisang, untuk membungkus 16 btg lidi, untuk penyemat Bahan Isi: 2 bh tomat, rebus, buang biji, cincang kasar 2 siung bawang putih, cincang halus 300 gr daging giling 3 sdm saus tomat 3/4 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica hitam kasar 200 ml air 1/4 sdt oregano 1/2 sdt margarin, untuk menumis

Cara Membuat Untuk 8 porsi : 1. Isi, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan daging giling. Aduk hingga berubah warna. 2. Masukkan tomat dan saus tomat. Aduk rata. Bubuhi garam, merica hitam kasar, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Aduk sesekali sampai meresap. Tambahkan oregano. Aduk rata. Sisihkan. 3. Kulit, kukus beras ketan 20 menit. Angkat. 4. Rebus santan, serai, daun salam, dan garam sambil diaduk hingga mendidih. Matikan api. Tambahkan beras ketan. Aduk sampai meresap. Angkat. 5. Kukus pada kukusan yang sudah dipanaskan 30 menit hingga matang. 6. Ambil sedikit ketan. Kepal-kepal. Pipihkan. Beri isi. Bentuk lonjong. Bungkus dengan daun pisang. Semat dengan lidi kedua ujungnya.

Mengapa Harus Mengontrol Pembukuan Usaha? • Mengetahui jumlah pengeluaran dan pemasukan tiap hari dan tiap bulannya. • Mengetahui apakah usaha untung atau, termasuk nilainya. • Mengawasi seluruh proses usaha yang berhubungan dengan keuangan. Pengawasan atau kontrol sebaiknya dilakukan pemilik usaha yang kegiatan operasional dan keuangannya dikerjakan karyawan. • Memastikan stok bahan baku, produk, dan inventaris barang usaha sesuai penggunaan, serta menghindari penggunaan yang tak semestinya.

Strategi Kontrol Pembukuan Pengeluaran • Membuat pencatatan keuangan dengan format yang benar dan selalu mengontrol catatan yang dibuat setiap bulan. • Membiasakan karyawan membuat catatan pengeluaran, dengan lampiran tanda bukti pembayaran dan pengeluaran, seperti bon/nota. • Selain mengecek kelengkapan nota, pemilik usaha harus mengecek jumlah penghitungan yang dikerjakan karyawan. • Berikan nomor nota untuk bisa mengontrol kesesuaian isi nota dan catatan pemasukan yang sudah dibuat. Koreksi pencatatan pengeluaran secara teliti agar tak ada kesalahan penghitungan.

sumber : https://salamacatering.com/

Doktor Karbitan Kampus Guru

Kerja sama program pendidikan strata tiga (S-3) Universitas Negeri Jakarta dengan 12 perguruan tinggi negeri menuai sorotan. Tanpa ada izin Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, program yang digelar sejak 2009 ini telah diikuti 500 peserta, yang separuhnya sudah lulus mengantongi gelar doktor. Bukan hanya tanpa izin, sekolah doktor di perguruan tinggi yang dijuluki Kampus Guru ini menerabas banyak aturan.

Tim Evaluasi Kinerja Akademik dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah turun meneliti penyimpangan tersebut. Penelusuran Tempo sejak pertengaha Juli lalu menemukan terjadi banyak praktik lancung, seperti pembukaan kelas jauh, jadwal perkuliahan yang dipadatkan, rekayasa tanda tangan bukti kehadiran, dan pemalsuan nomor induk mahasiswa. Disertasi, sebagai syarat utama kelulusan, terindikasi banyak hasil plagiarisme.

Menafsir Ulang Monumen

Ada juga karya Budi Adi Nugroho berjudul In Search of Gold. Budi menampilkan semacam bandul besar yang satu sisinya datar berwarna keemasan, sedangkan sisi lainnya cembung berwarna merah jambu. Bandul ini terus berputar dan memantulkan cahaya dari kedua sisinya. Edwin Windu Pranata membuat ruparupa bentuk berwarna cerah dari barang sehari-hari, seperti kepala sikat WC, cetakan lontong, dan tali-temali. Benda-benda ini ditaruh di rak tiga tingkat berlapis kaca.

Kurator pameran, Rizki A. Zaelani, menyebut karya ini sebagai satu bentuk pendekatan baru dalam seni patung yang mampu menampilkan konsep monumen dari benda sehari-hari. ”Aspek monumental ternyata dapat juga dibentuk dalam proses seketika,” kata Rizki. Sejumlah pematung senior turut serta dalam pameran ini. Karya Rita Widagdo berjudul Interwoven Energy menjadi penyambut di pintu masuk. Karya ini berupa lempengan stainless steel yang membentuk sebuah gelombang. Tak jauh, ada dua seri pahatan di atas marmer karya Sunaryo berjudul Let Your Boat of Life be Light 1 & 2. Ada pula karya Putiaso yang dibuat Nyoman Nuarta pada 2005 berupa monumen jantung raksasa yang terbelah tepat di tengah sehingga menampakkan daging berwarna merah.

Atasi Rasa Sakit Dengan Air Hangat

Proses persalinan yang panjang tak jarang menimbulkan rasa sakit yang nyaris tak tertahankan. Menyempatkan diri untuk mandi air hangat ternyata bisa membantu meredakan sakit. Atau, kita juga bisa mencoba terapi “heat and cold”, yaitu dengan menaruh kompres dingin di dahi sekaligus kantong air hangat di pinggang belakang. Sementara itu, mulailah merelakskan tubuh dan mengatur napas. Inhale…, exhale….

“ lowongan kerja gratis ke Jerman dengan program ausbildung di Jerman “ ~ sat-jakarta ~

Fakta Di Balik Bawaan Beres-Beres

Dorongan untuk bersih-bersih dan menata barang selama kehamilan ternyata sudah mengakar sejak dahulu kala. Seperti burung yang membangun sarang untuk anak-anaknya, manusia terdorong untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi keturunannya. “Terkadang, dorongan ini ber dasarkan kebutuhan praktis, namun ada juga aspek emosi onalnya,” ujar Siobhan Dolan, MD, MPH, Profesor Obstetri dan Ginekologi dari Albert Einstein College of Medicine, Yeshiva University, Amerika Serikat. Menata kamar bayi dan membeli barang keperluan bayi memberi kesempatan bagi Mama untuk lebih dekat dengan pasangan dan keluarga. “Pastikan ruangan yang dibersihkan punya ventilasi bagus, sehingga Mama terhindar dari efek beracun produk-produk pembersih,” tambah Dolan.

Lebih Banyak Mama Melahirkan Di Pagi Hari

Riset yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, menemukan, sejalan dengan meningkatnya angka persalinan sesar atau normal dengan bantuan induksi, semakin banyak bayi di Amerika Serikat yang dilahirkan di pagi hingga siang hari, sesuai dengan jam operasional di rumah sakit. Namun, hal ini tidak berlaku untuk kelahiran di luar rumah sakit. “Kelahiran ini lebih sering terjadi pada dini hari, setelah pk. 01.00. Umumnya, kelahiran ini sedikit sekali disertai tindakan, sehingga waktu persalinannya terjadi lebih alami,” papar TJ Mathew dan Sally Curtin dari National Center for Health Statistics, institusi yang bernaung di bawah Centers for Disease Control and Prevention.

Rambu-rambu } Konsultasikan dahulu dengan dokter untuk melihat kesiapan Mama beryoga. Biasanya baru diizinkan setelah 40 hari setelah bersalin (masa nifas berakhir). } Perlu bimbingan instruktur, setelah mahir baru bisa dilakukan sendiri. } Lakukan dengan hati-hati, jika muncul keluhan seperti nyeri di perut, segera utarakan ke instruktur. } Semua gerakan dilakukan selama 10-20 detik.

Langsing dengan YOGA

Tak hanya langsing, Mama akan merasa lebih bugar dan sehat, karena otot-otot pulih dan kembali kuat. Setelah masa nifas berakhir, rasanya sungguh tak sabar, ya, Ma, ingin segera langsing kembali seperti sebelum hamil dan melahirkan. Nah, mulai edisi 875 ini, berturut-turut selama tiga edisi, Mama dapat mewujudkan keinginan itu dengan melakukan “yoga langsing”.

“ tempat favorit kursus bahasa jerman di Jakarta dengan harga terjangkau “ ~ sat-jakarta.com ~

Pada bagian pertama ini, gerakan yoga yang disajikan bertujuan mempersiapkan tubuh dan meningkatkan kualitas kebugaran sebelum Mama melakukan gerakan yoga yang fokus pada pelangsingan. Selain itu, gerakan yoga pertama ini pun bermanfaat untuk melancarkan produksi ASI. Sebelum memulai, jangan lupa siapkan dahulu peralatan yang dibutuhkan, yaitu: matras, selimut (dilipat/digulung), kursi, guling, dan tali. Nah, selamat beryoga!

PERVATASANA Duduk bersila, luruskan tangan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke luar dan saling berkaitan. Tatapan mata ke depan, dada tegak, bernapas seperti biasa.

PARSHVOTTANASANA Tempelkan kedua tangan di dinding, letakkan kaki kiri di belakang, kaki kanan di depan, letakkan telapak kaki kanan di atas selimut yang dilipat. Lakukan gerakan sebaliknya dengan kaki kanan di belakang.

SETU BANDHA SARVANGASANA Kaki hingga punggung berada di atas guling, gunakan tali untuk mengikat kaki agar seimbang, letakkan bahu dan kepala di atas matras, tangan direntangkan, lebarkan kaki sejajar dengan pundak.

JANU SHIRSHASANA Ambil posisi duduk, luruskan kaki kiri, tekuk kaki kanan hingga telapak kaki menyentuh paha kaki kiri. Gunakan tali dan kaitkan ke telapak kaki kiri, lalu tarik hingga otot-otot tubuh menegang. Lakukan gerakan sebaliknya.

VIPARITA KARANI Letakkan kaki hingga betis di atas kursi, bokong di atas lipatan selimut, sementara punggung dan kepala di atas matras. Rentangkan tangan.

SUPTA BADDHA KONASANA Letakkan kepala di atas selimut yang dilipat, bagian perut di atas guling, tekuk kedua kaki sehingga kedua telapak kaki bertemu, kedua lutut di atas selimut. Ikat tali pada kaki, lalu rentangkan tangan.

SHAVASANA Letakkan kepala di atas selimut yang dilipat, posisi tidur telentang, rentangkan tangan. Mata ditutup kain, atur napas dengan baik.