Categories
Berita

Typosquatting Sering Kita Temui Di Dunia Maya

Typosquatting, bukan merupakan hal baru di dunia maya. Pencantuman domain dengan nama yang “nyaris” sama dengan domain terkenal ini cukup marak terjadi. Meraup keuntungan yang sebesar-besarnya menjadi misi dari sang empunya website “nakal” tersebut. Tahun 2013, Facebook, salah satu jejaring sosial terkemuka menang di pengadilan atas kasus typosquatting. Domaindomain yang dipermasalahkan oleh Facebook antara lain dacebook.com, facebokook.com, faceboocklogin.com, faacebok.com, facebookfreezer.com, facebooll.com, facegbook.com, gfacebook. com, and zh-facebook.com.

Beberapa tahun sebelumnya, perusahaan Google pun mengalami hal serupa dan menang di pengadilan pada tahun 2005. Bagaimana dengan kasus typosquatting di Indonesia? Pada tahun 2001, kasus klikbca merupakan kasus domain name yang memanfaatkan kesalahan ketik nasabah. Steven Haryanto membeli domain-domain yang serupa www.klikbca.com dimana isi dari tiap website palsu tersebut sangat mirip dengan website asli BCA. Sama dengan kasus-kasus typosquatting lainnya, kunci keberhasilannya adalah apabila terjadi salah ketik oleh nasabah.

Isi website plesetan ini sangat serupa dan sama. Jadi, jika publik salah mengetik nama asli domain-nya, mereka akan masuk ke situs plesetan ini. Hal ini menyebabkan pengguna (user_id) dan nomor identitas personal dapat diketahui. Diperkirakan ada sekitar 130 nasabah BCA tercuri datanya. Berdasarkan hal ini, maka kasus klikbca.com merupakan kasus typosquatting, sebagai suatu tindakan membeli dan mengoperasikan nama domain hasil variasi nama domain terkenal, dengan harapan situs tersebut dikunjungi pengguna Internet karena adanya kesalahan eja atau ketik dari nama situs asli yang hendak dikunjungi oleh pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *