Layanan Online di Indonesia

Ada layanan yang sudah dipikirkan matang-matang sejak awal, kedua adalah layanan yang hanya sekadar tempelan dan cuma ikut-ikutan. dua jenis layanan online di Indonesia. Pertama adalah Contoh layanan online yang masuk dalam kategori pertama adalah website toko online yang lengkap layanannya (sistem pembayaran sampai pengiriman semuanya sudah otomatis dan minim intervensi manual). Website lokal seperti Lazada atau Hargadunia termasuk dalam kategori ini. Selain website toko online, website swalayan seperti milik Telkomsel maupun layanan Internet banking Bank Permata termasuk kategori layanan online yang dirancang dengan baik.

Online tapi tidak online Pengalaman tidak terlalu baik saya alami saat saya mencoba layanan online yang disediakan salah satu penyelenggara televisi berlangganan. Dalam promosinya disebutkan pendaftaran berlangganan melalui website akan mendapatkan diskon yang lumayan. Saya pun berasumsi, promosi ini bertujuan agar proses mendaftar pelanggan bisa dialihkan dari manual (melalui para sales) menjadi otomatis (melalui layanan online), sehingga proses pendaftaran lebih efisien. Namun, asumsi itu keliru. Setelah melengkapi data diri di website tadi, tidak terjadi apaapa. Bahkan e-mail konfirmasi karena berhasil melakukan pendaftaran pun tidak ada. Saya pikir ada kerusakan teknis, sehingga proses pendaftaran tidak berhasil.

Namun, tiga hari setelah saya melakukan pendaftaran, staf penyelenggara TV berlangganan menelepon saya untuk mengonfirmasi aplikasi berlangganan saya. Dengan begitu, website pendaftaran yang mereka buat praktis tidak ada gunanya. Apalagi jika ternyata pemrosesan berlangganan butuh tiga hari tanpa memberikan kabar apapun ke sang pendaftar. Dengan layanan seperti itu, tentu lebih baik mendaftar langsung pada sales yang standby di mal dan pasar swalayan besar. Website pendaftaran seperti inilah yang termasuk dalam kategori kedua jenis layanan online.

Alih-alih layanan pendaftaran cepat dan efisien yang bisa memuaskan pelanggan, calon pelanggan malah dibuat menduga-duga apa yang terjadi pada proses pendaftaran yang telah dilakukannya. Tujuan layanan Lapak-lapak online yang belakangan populer di Indonesia, menurut saya, kurang bisa dikategorikan sebagai layanan online. Sebab, yang di-online-kan hanyalah iklan berjualannya (atau mencari sesuatu), sementara untuk melanjutkan transaksi tetap harus menghubungi sang penjual (atau pembeli) melalui media yang berbeda seperti e-mail, BBM atau SMS.

Jadi, kalau memang serius ingin membangun sebuah layanan online, hal pertama yang perlu dipikirkan adalah apa tujuan utama membangun layanan tersebut. Jika tujuannya adalah untuk mendapatkan kepuasan pelanggan, maka segi otomatisasi, kecepatan, dan efisiensi merupakan hal utama yang wajib diperhatikan. Gagal menjaga tiga hal tersebut praktis bukan kepuasan pelanggan yang didapat, tetapi juga meraup keluhan pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *