ERA SERBA CERDAS

T ren penerapan tek- nologi kecerdasan buatan atau ficial intel (AI) pada ponsel ligence artipintar sepertinya akan makin terus berkembang. Tahun lalu, beberapa ponsel pintar sudah mulai dilengkapi dengan teknologi AI ini, seperti Samsung Galaxy S8, Google Pixel, dan iPhone X. “Saat ini teknologi AI sudah mulai dianggap penting, khususnya untuk mendukung big data maupun machine learning,” kata pengamat teknologi informatika, Heru Sutadi, kemarin. Awal bulan ini, Honor, produsen asal Cina, memperkenalkan ponsel pintar andalannya, Honor 10. Mengusung konsep “Beauty in AI”, Honor memperkenalkan tiga teknologi utama yang merupakan terobosan baru dan terkemuka untuk sektor ponsel pintar. Presiden Honor Indonesia, James Yang, menjelaskan, fitur unggulan pertama adalah teknologi AI 2.0 yang disematkan pada kamera ganda. Fitur kedua, desain CMF1 dengan kaca 3D di bodi belakang yang dilengkapi dengan lapisan optik berskala nano yang terdiri atas 15 lapisan warna berkilau dan dirancang oleh The Paris Aesthetics Center. Fitur unggulan ketiga adalah GPU Turbo, yakni sebuah akselerasi pemrosesan grafis yang menggabungkan perangkat lunak dan keras yang mampu meningkatkan efisiensi pemrosesan grafis ponsel pintar secara signifikan. “Kami percaya bahwa kiat untuk mencapai kesuksesan itu sederhana: menghadirkan produk yang benar-benar bagus kepada konsumen. Itu yang kami coba capai di Honor,” kata James. Februari lalu, Qualcomm—perusahaan yang bergerak di industri prosesor—meluncurkan inovasi AI terbaru yang disebut Qualcomm Artificial Intelligence (AI) Engine. Teknologi ini terdiri atas komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk mempercepat pengalaman pengguna akan on-device AI yang ada pada Qualcomm Snapdragon Mobile Platform tertentu.

“Qualcomm AI Engine tersedia dalam Snapdragon 845, 835, 821, 820, 710, dan 660 mobile platform, dengan pemrosesan ondevice AI yang ditemukan pada Snapdragon 845,” kata Shannedy Ong, Country Manager Qualcomm Indonesia. Shannedy menjelaskan, manfaat utama on-device AI meliputi respons secara real-time, peningkatan privasi, dan keandalan yang lebih baik. Didukung AI Engine, prosesor dari Snapdragon, seperti Qualcomm Hexagon Vector Processor, Qualcomm Adreno GPU, dan Qualcomm Kryo CPU dirancang untuk menjalankan aplikasi AI secara cepat dan efisien. “Konsumen mungkin tidak menyadari bahwa kemampuan AI yang dimiliki Qualcomm telah digunakan secara luas oleh beragam ekosistem ponsel pintar,” ujarnya. Menurut Shannedy, banyak produsen ponsel pintar memanfaatkan komponen AI pada Snapdragon Mobile Platform untuk mempercepat aplikasi AI di perangkat mereka. Produsen tersebut di antaranya Xiaomi, OnePlus, Vivo, OPPO, Motorola, ASUS, ZTE, Nubia, Smartisan, dan Blackshark. “Mereka berencana mengoptimalkan aplikasi AI menggunakan AI Engine pada ponsel pintar tertinggi mereka di masa depan dengan menggunakan Snapdragon,” kata Shannedy. Pada perhelatan Huawei Global Analyst Summit 2018 di Shenzhen, Cina, April lalu, Huawei memperkirakan pada 2025, sebanyak 86 persen perusahaan yang beroperasi secara global akan mengadopsi kecerdasan buatan.

AI diperkirakan akan menggantikan peran manusia dalam mengolah data suatu perusahaan. Sebab jumlah data di seluruh dunia diperkirakan akan melonjak dari 8 miliar terabyte pada 2015, menjadi 180 miliar terabyte pada 2025. Huawei Rotating Chairman, Eric Xu, mengatakan dalam dunia yang serba hebat ini, Huawei juga ingin menjadi perusahaan yang hebat. “Kami ingin mengantarkan manusia ke standar peradaban berikutnya,” kata Eric Xu. Karena itu, Huawei akan menjadi perintis jalan menuju dunia yang serba cerdas, dengan berfokus terhadap infrastruktur TIK dan perangkat cerdas. “Huawei menargetkan agar seluruh portofolio produk dan solusi komputasi awan, jaringan, dan perangkat untuk makin kompetitif serta menghadirkan pengalaman yang belum pernah terbayangkan sebelumnya lewat adaptasi teknologi berbasis AI,” ujar Eric.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *