DKI Batalkan Proyek Tiga Rumah Susun Senilai Rp 361,4 Miliar Bagian 2

Bahkan anggota Komisi Bidang Pembangunan, Manuara Siahaan, menilai pencoretan anggaran pembangunan tiga rumah susun menunjukkan kecerobohan Dinas Perumahan ketika membuat perencanaan anggaran. “Sangat konyol. Masak, Dinas enggak bisa memperkirakan kapan akan rampung pembangunan rumah susun itu?” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Meli menerangkan alasannya mencoret anggaran, yaitu revitalisasi rumah susun Karang Anyar memerlukan waktu lebih lama karena harus memindahkan penghuni rumah susun itu terlebih dulu. “Bangunan lamanya juga harus dilelang lebih dulu untuk menghapuskan asetnya. Jadi, tidak memungkinkan bila single year.”

Sebelumnya, dia telah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI mengubah pembangunan tiga rumah susun tersebut menjadi tahun jamak. Tapi usul itu ditolak karena penyusunan anggaran daerah 2018 terjadi dalam periode pergantian gubernur. Dalam masa transisi tersebut, Dinas Perumahan tak bisa mengajukan anggaran dengan tahun jamak. Dinas pun akan mengusulkan kembali pembangunan tiga rumah susun tadi dalam tahun jamak, yakni anggaran tahun depan hingga 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *