Rekomendasi Obat Pereda Nyeri Bagian 2

• Asam mefenamat Analgesik ini lebih sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi rasa nyeri, sakit gigi, juga untuk sakit ketika haid. Namun asam mefenamat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak atau pasien usia lanjut karena dapat menyebakan diare. Karena memiliki efek samping merangsang lambung, pereda nyeri ini tidak disarankan bagi penderita mag atau gangguan lambung lainnya dan yang alergi terhadap aspirin. Konsumsinya pun tidak disarankan lebih dari satu minggu, kecuali atas anjuran dokter.

• Ibuprofen Ibuprofen dapat diberikan untuk bayi mulai usia 3 bulan dengan petunjuk dokter. Dengan dosis yang sesuai, analgesik ini dapat meredakan nyeri dan menurunkan panas, namun tidak berkhasiat sebagai antiradang. Obat-obatan yang mengandung ibuprofen tidak disarankan bagi penderita mag, asma, tekanan darah tinggi, sakit jantung atau ginjal, serta orang yang alergi terhadap aspirin. Penggunaan pada mama hamil juga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Rekomendasi Obat Pereda Nyeri

Rekomendasi Obat Pereda Nyeri – Untuk dapat memilih obat pereda nyeri yang cocok, sebaiknya kenali terlebih dulu sifat-sifat dari beberapa analgesik yang umumnya dijual bebas ini. • Aspirin Analgesik ini populer sejak tahun 60-an. Khasiatnya sebagai pereda rasa sakit dan nyeri (seperti sakit kepala dan sakit gigi), juga efektif sebagai obat demam (penurun panas) dan antiradang. Penemuan terbaru menyatakan aspirin bisa untuk mencegah penggumpalan darah. Ini berarti di bawah pengawasan dokter, aspirin dapat membantu mencegah berulangnya serangan jantung atau stroke.

Namun sifatnya ini justru membuat aspirin terlarang bagi pengguna obat anti-penggumpalan darah karena akan membuat efek obat tersebut menjadi terlalu kuat, sehingga meningkatkan risiko perdarahan, terutama di lambung. Aspirin juga tidak disarankan bagi penderita mag, asma, rematik, tekanan darah tinggi, lever, ginjal, atau bagi yang mudah mengalami perdarahan. Karena efeknya dapat merangsang lambung, sebaiknya obat-obat yang mengandung aspirin diminum setelah makan. Aspirin dahulunya digunakan sebagai analgesik-antipiretik untuk dewasa dan anak-anak. Saat ini penggunaan untuk anak-anak dihindari, termasuk untuk menurunkan demam, kecuali di bawah pengawasan dokter.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

• Parasetamol Paling banyak beredar di Indonesia. Khasiatnya, selain sebagai pereda rasa sakit juga sebagai penurun demam. Penggunaan parasetamol sesuai anjuran akan efektif menghilangkan nyeri juga menurunkan demam, dan hanya sedikit menyebabkan efek samping. Kekurangannya, dalam dosis tinggi parasetamol bisa menyebabkan kerusakan hati. Oleh sebab itu, penderita gangguan fungsi hati tidak disarankan mengonsumsinya. Parasetamol tidak menyebabkan sakit lambung. Karena itu, bagi yang tidak cocok dengan aspirin lantaran bisa menimbulkan rasa tak nyaman di lambung, dapat menggunakan parasetamol. The American Geriatric Society menganjurkan penggunaan parasetamol sebagai obat nyeri sendi pada orang-orang tua. Demikian pula The American College of Rheumatology menganjurkan penggunaan parasetamol untuk mengobati osteoarthritis ringan sampai sedang. Umumnya, analgesik ini yang paling sering diberikan pada anak. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa parasetamol hanya bisa digunakan pada bayi mulai usia 1 bulan (sesuai petunjuk dokter). Namun seaman apa pun suatu obat, untuk pemberian pada bayi sebaiknya konsultasikan terlebih dulu pada dokter.

 

Adab Mengunjungi Bayi Baru Lahir

Saat ada teman mengabari bayinya lahir, kita ingin buru-buru menjenguknya, bukan? Selain ingin mengucapkan selamat dan memastikan kondisi nya baik-baik saja, kita pun penasaran ingin melihat seperti apa sih tampang si kecil. Iya kan, Ma? Boleh-boleh saja, kok. Masalahnya, kadang kita lupa apakah mama yang baru melahirkan bersedia dijenguk saat itu juga?

Baca juga : ausbildung jerman

Siapa tahu ia masih ingin sendiri bersama bayinya. Kita tentu tahu, pascamelahirkan, perasaan dan kondisi seorang mama bisa sangat campur aduk. Terkadang masih merasa nyeri, lelah, kurang tidur, hingga sensitif akibat pengaruh hormon-hormon yang sangat memengaruhi mood. Periode setelah bersalin juga merupakan masa-masa mama belajar memba ngun rasa percaya diri sebagai ibu baru, belajar mengenali bayinya terutama belajar menyusui dengan kondisi di ri yang juga belum stabil.

Banyak ma ma yang juga tidak mau terlihat “berantakan” dan lebih nyaman bila tidak dijenguk dulu. Dengan terlalu banyak penjenguk, otomatis waktu istirahat ber ku rang, begitu pula waktu berinteraksi dengan bayi. ADAB BERKUNJUNG KE RUMAH SAKIT Kunjungan di rumah sakit atau rumah bersalin sebaiknya dilakukan dengan mengikuti jadwal berkunjung yang ditentukan. Perhatikan juga kondisi ibu yang baru melahirkan. Cari tahu lewat suami atau orangtua si mama baru, apakah cukup fi t dan suasana hatinya bagus.

Saat berkunjung beramai ramai, bagi dalam beberapa kelompok kecil, masuklah secara bergantian. Saat melihat bayi, tahan diri untuk tidak menggendong atau menciumnya. Bisa saja si bayi tiba-tiba menangis keras dan sulit ditenangkan karena banyak tangan ingin menjamahnya. Tidak enak juga, kan? Kalau bayinyasedang ber ada di kamar bayi, kita tidak perlu ngotot kepada suster/ bidan untuk di keluarkan hanya garagara kita pena saran ingin melihat wajahnya.

Sebelum melihat bayi, pengunjung juga harus mencuci tangan terlebih dahulu, baik dengan sabun dan air maupun dengan cairan antiseptik. Tidak dian jurkan mengunjungi bayi baru lahir yang dalam kondisi sakit. Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih lemah dan rentan terkena penyakit. Sebagai tanda turut gembira, Mama cukup mengirimkan ucapan selamat lewat pesan singkat di ponsel.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

5 Aturan Ber-Gadget Bag3

Semua permainan itu sangat baik untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan motorik anak. 4.LAKUKAN PROTEKSI Proteksi bisa langsung mem buat anak tidak bersinggung– an dengan game-game yang akan kita jauhkan darinya, biasanya yang berbahaya adalah game online. Untuk itu, kita bisa memasang aplikasi Parental Control (PC), alat ini dapat membantu kita mengawasi dan memproteksi penggunaan gadget anak.

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Ada banyak jenis PC, Ma, penggunaannya disesuai dengan perangkat yang dipakai oleh anak, apakah gadget, laptop/ notebook, tablet, atau komputer desktop. Selain itu, sesuaikan pula dengan usia si anak. Bagi anak di bawah 12 tahun dapat menggunakan aplikasi PC Kakatu karena kebutuhannya disesuaikan untuk anak usia tersebut. Misal, bagaimana mengontrol anak ketika bermain game agar terhindar dari kecanduan dan konten pornograf/kekerasan yang mungkin ada di dalamnya.

Setelah meng-install aplikasi PC, semisal, aplikasi Kakatu, di handphone/ tablet anak, kemudian pilihkan aplikasi atau game yang sesuai untuknya, maka aplikasi yang tidak sesuai umurnya akan diblok secara otomatis. Berikutnya, atur waktu penggunaannya sesuai dengan rekomendasi, misal, 30 menit, maka setelah 30 menit handphone/tablet itu akan terkunci otomatis. Kita juga dapat melihat histori penggunaannya, yaitu aplikasi atau game apa saja yang sudah dimainkan anak dan hingga berapa lama durasinya.

Selain menggunakan aplikasi yang harus di-download, Mama Papa bisa juga melakukan proteksi dengan mensetting aplikasi yang biasa anak gunakan: Google, Youtube, dan Playstore. Contoh: Mama Papa dapat mengaktifkan “Google Safe Search”, Youtube “Mode Terbatas” yang dapat meminimalisir konten dewasa di internet, hingga memflter konten aplikasi dan game yang sesuai usia anak di Playstore. Namun harus dipahami, secanggih apa pun aplikasi PC yang kita gunakan untuk “melindungi” anak, pada akhirnya peran aktif orangtua adalah yang utama.

Ingat, software atau aplikasi hanyalah tools, tak bisa diserahkan sepenuhnya masalah pengawasan, pemahaman, dan pendampingan anak kepada software PC. PC akan maksimal dirasakan manfaatnya ketika orangtua benar-benar dapat memberi pemahaman kepada anak mengenai penggunaan gadget yang aman/sehat dan mendampingi anak kala nge-game atau berselancar di dunia maya. 5.TINGGALKAN PONSEL SAAT BERSAMA Manfaatkan waktu bersama dengan anak tanpa diganggu oleh ponsel atau gadget apa pun. Jadi, baik Mama Papa maupun anak-anak, tidak ada yang aktif ber-gadget, kecuali menerima telepon penting, misalnya. Dengan menikmati waktu bersama anak-anak tanpa kehadiran gadget akan meningkatkan kualitas hubungan antar-anggota keluarga.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Atasi Dulu, Baru Hamil

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sepakat, ya, Ma! Jadi, kalau memang memungkinkan dan bisa, gangguan jiwa yang Mama alami diatasi dahulu, baru kemudian merencanakan kehamilan. Pasalnya, kehamil an tidak menyebabkan gangguan mood, tetapi memperberat yang sudah ada sebelum hamil, atau mencetuskan potensi yang ada yang tidak tampak secara klinis. Kehamilan dan persalinan juga memperberat penyakit tersebut dan saat hamil terapinya bisa menjadi tidak optimal karena adanya dampak pengobatan terhadap janin dalam rahim.

Baca juga : Kerja di Jerman

Lakukan Ini, Ma!

Kehamilan merupakan perubahan besar, baik fisik maupun emosional, dalam hidup seorang perempuan. Berusaha memahami perubahan ini akan membantu Mama untuk berpikir positif. Tentunya, dengan berpikir positif akan mengurangi risiko stres dan depresi selama hamil dan setelah melahirkan Nah, selain berpikir positif, ada beberapa langkah yang dapat Mama praktikkan demi mewujudkan ketenangan hati dan pikiran. Coba, yuk! • Setiap hari, pastikan Mama mendapat waktu beristirahat yang cukup.

Waktu tidur yang dibutuhkan sekitar 7—9 jam sehari. • Ambil waktu istirahat dalam sehari untuk bersantai. Misalnya, dengan melakukan kegiatan yang Mama sukai. • Rutin melakukan aktivitas fisik yang aman untuk mamil. • Konsumsi makanan bergizi seimbang. • Habiskan waktu bersenang-senang dengan Papa. • Jalan kaki ringan di pagi hari sambil menghirup udara segar. • Menonton film kesukaan bersama teman-teman dekat. • Mencoba kelas meditasi atau yoga untuk mamil. • Mendapat pijatan ringan sebelum tidur.

Cilukba di jendela “Bellva suka banget main cilukba, apalagi sama kakaknya. Sering banget dia menuju jendela yang ada gordennya sambil menaiki baby walker, lalu menutupi mukanya dengan gorden dan akan dia buka kembali sambil ketawa girang. Berulang-ulang dia lakukan itu hingga dia bosan sendiri. Tapi setiap jalan melihat jendela, walau digendong, dia selalu bilang, ‘Baaa…’ sambil tertawa, sekalipun di jendela tidak ada orang. Kalau ada yang menanggapi, tentu lebih heboh lagi, ha ha ha….” Kristin, mama dari Bellvania (9 bulan).

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Tribute To Dad Bag2

Misal, saat istri memberi reward pada anak saya, karena ia bersikap baik, saya protes. Sebab, menurut buku tersebut, reward diberikan pada prestasi, bukan pada sikap baik. Sikap baik adalah keharusan.”

Baca juga : Kerja di Jerman

Bagi Hery, seorang ayah haruslah dapat menjadi pemberi semangat bagi keluarga, selalu memeluk anak-anaknya, dan dapat membangun hubungan saling percaya. Penggambaran ayah oleh Hasanudin Abdurakh man, mengundang tawa peserta. Menurut fi sikawan lulusan negeri sakura, Jepang ini, seorang ayah adalah hero, sahabat Mama sekaligus yang membuahi Mama (geerrr), dan guru bagi anak-anaknya. Sementara bagi Erwin Parengkuan, menjadi ayah berarti harus rela menyediakan waktu bagi anak-anak, mau menjadi pendengar yang baik, dan berusaha terlibat dengan mereka.

“Sejak kecil saya telah mengajari anak-anak untuk membuat goal-goal dalam hidupnya. Apa yang mereka ingin lakukan saat SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, hingga cita-cita yang ingin mereka gapai. Mereka bisa mengisinya di ‘Diagram Cita-Citaku’. Saya tidak pernah melarang mereka untuk memiliki suatu cita-cita, tapi saya akan menjelaskan konsekuensi-konsekuensinya,” ujar ayah dari 4 anak ini.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini berlangsung santai penuh tawa. Joy Parenting sendiri merupakan program rutin yang bertujuan menutup jurang pemisah antara orangtua dan anak-anaknya, sehingga anak-anak akan merasa dicintai, bahagia, menikmati hidup, dan diterima oleh orangtuanya apa adanya.

TETEP PEDE, WALAU… “Saya sangat bersyukur dikarunia anak cantik dan cerdas. Jihan, anak kedua saya ini, sangat cerewet sekali. Rasa ingin tahunya sangat besar, setiap kali ada hal baru yang dilihatnya, dia selalu bertanya. Meskipun terkadang masih menggunakan bahasa yang kurang jelas bagi orang lain, dia tetep aja cuek tanya dan pede lagi.” Aizah, mama dari Jihan Liyana Zahirah (23 bulan).

MANA TAHAN Kayla selain aktif bergerak juga cerewet. Di usianya sekarang, banyak kata baru yang dia ucapkan. Alhamdulillah tiap melihat sebuah warna, dia sudah bisa sebutkan warna yang dimaksud. Beberapa huruf alfabet, juga dia sudah hafal walau beberapa. Sambil bermain pasel huruf, dia bisa menyebut huruf yang dipasang. Kalau sudah bernyanyi, duuh.. gayanya itu mana tahan.” Ietha Wijaya, mama dari Kayla (2,5).

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Saatnya Merancang Jenis Kelamin Bayi

Kalau ingin bayi laki-laki, perbanyak makan daging merah. Sebaliknya, kalau ingin bayi perempuan, makanlah daging ayam. Apakah Mama Papa pernah mendengar nasihat tersebut? Memang, jenis kelamin anak yang akan dilahirkan ditentukan oleh Yang Mahakuasa, namun tak ada salahnya jika kita berusaha mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang kita inginkan. Nah, mengonsumsi makanan yang diyakini bisa meningkatkan persentase kelahiran bayi laki-laki atau perempuan, tak ada salahnya dicoba.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Jika Ingin Bayi Laki-Laki Seperti diketahui, jenis kelamin anak ditentukan oleh sel sperma, karena sel sperma memiliki dua kromosom seks berbeda, yaitu XY, sedangkan sel telur memiliki dua kromosom yang sama, yaitu XX. Nah, untuk menghasilkan janin laki-laki, maka yang harus membuahi sel telur adalah sel sperma yang berunsur kromosom Y. Kromosom Y ini lincah bergerak, tetapi daya tahannya lebih rendah dari kromosom X.

Bila kondisi pH pada Miss V lebih basa, maka kromosom Y menjadi lebih lincah dan mudah bergerak, sehingga lebih cepat sampai ke indung telur dan membuahi sel telur. Sebaliknya, bila kondisi pH pada Miss V dan serviks lebih asam, maka akan menghambat pergerakan sel sperma kromosom Y ini, bahkan bisa membunuhnya. Untuk itu, Mama dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya akan sodium dan potasium, karena makanan ini dapat menurunkan kadar pH (asam) pada lendir leher rahim sehingga menjadi lebih basa.

Yang termasuk makanan kaya sodium, antara lain: bit, seledri, wortel, daging sapi, bayam, dan lobak. Sementara makanan yang kaya potasium adalah ubi, saus tomat, kerang, air tebu, tuna, labu air, pisang, dan lainnya. Selain itu, jamur, ceri manis, daging merah, aprikot, buah persik, kurma, roti putih, kue kering, sup krim, minuman berkarbonasi, makanan olahan, seafood, makanan yang memiliki rasa asin, juga diyakini dapat menurunkan kadar asam di dalam Yagina dan serYik. Sebaliknya, Mama perlu menghindari makanan yang dapat meningkatkan pH di area vagina dan leher rahim sehingga menjadi lebih asam. Selain dapat menghambat kelincahan juga bisa mematikan sel sperma kromosom Y.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Berbagai Alasan Perlunya Menghindari Stres Bag4

Dengan demikian, bila dibutuhkan pemberian obat antidepresan pada mamil, perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dan sudah dinilai manIaat serta risiko penggunaan obat tersebut selama kehamilan. ‘ MENINGKATKAN RISIKO ASMA PADA ANAK. Penggunaan jenis obat antidepresi tertentu ternyata berkaitan dengan risiko asma pada anak.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Hasil riset menunjukkan, anak-anak yang lahir dari Mama yang mengalami depresi selama hamil dan mengonsumsi obat antidepresi jenis trisiklik, memiliki risiko 25% lebih besar untuk menderita asma. TANGGAPAN PAKAR: Obat antidepresan golongan trisiklik memiliki farmakokinetik yang berbeda dengan obat golongan SSRI. Penelitian tersebut tidak menyatakan bahwa obat antidepresan golongan trisiklik menyebabkan peningkatan risiko asma, namun hanya menyatakan bahwa terdapat hubungan di antara keduanya.

Obat Menis trisiklik lebih banyak diresepkan untuk depresi berat, dimana terdapat penelitian yang menyatakan bahwa depresi berat juga berhubungan dengan peningkatan risiko asma. Penelitian tersebut hanya menemukan adanya hubungan depresi dengan peningkatan risiko asma, bukan hubungan sebab/akibat. Ibu yang mendapatkan obat golongan trisiklik diperkirakan telah mengalami depresi yang cukup berat dan telah diketahui pula bahwa depresi juga berkontribusi dalam peningkatan risiko asma.

Penelitian lain juga menyebutkan, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya asma, diantaranya faktor genetik, faktor lingkungan (alergen), faktor perinatal (lahir prematur, usia mama saat hamil), penyakit-penyakit lain (infeksi saluran nafas, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), sinusitis ataupun rhinitis kronis), dan lainnya. Sehingga, belum jelas benar, apakah depresi atau obat antidepresi golongan trisiklik yang berkontribusi dalam peningkatan risiko asma pada anak.

Tendangannya pertanda bahagia “Bersama suami tercinta aku melewati waktu panjang dalam menanti hadirnya buah hati. Hampir 2,5 tahun kami menunggu keajaiban yang dikirim Tuhan untuk meramaikan keluarga kecilku ini. Pada trimester pertama saya tidak merasakan gejala yang pada umumnya dirasakan perempuan hamil lain, seperti mual muntah.

Justru suamilah yang mengalami hal tersebut. Lucu sekali sekaligus kasihan melihatnya. Tapi saya sangat bahagia karena si kecil sangat aktif, seolah ikut tertawa dengan apa yang kami alami. Kini pangeran kecil kami telah lahir melalui operasi sesar dengan berat 3,2 kg dan panjang 47cm.” dwi nella handayani ( 7bulan).

Sumber : https://pascal-edu.com/

Nyeri Badan, Mungkinkah Fibromyalgia? Bag2

Sementara itu, gejala rasa nyeri masih terus berlangsung sehingga pasien yang merasa tak kunjung sembuh, akhirnya berpindah-pindah dari satu dokter ke dokter lain. Bila rasa nyeri menetap hingga tiga bulan lebih disertai dengan gejala-gejala lainnya dan tidak terdeteksi adanya penyakit lain, barulah dokter mulai mengarahkan diagnosis pada fibromyalgia.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Selain melalui wawancara pasien, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan bagian tubuh mana saja yang terasa nyeri. Jika nyeri dirasakan pada lebih dari enam bagian tubuh, pasien sudah bisa dinyatakan mengalami fibromyalgia. Nah, pada mamil, seperti sudah disinggung di atas, fibromyalgia kerap tidak terdeteksi. Sebuah penelitian di Temple University, Pennsylvania, Amerika Serikat menemukan, mamil dengan fibromyalgia akan merasakan keluhan kehamilan yang lebih intens dibandingkan mamil tanpa fibromyalgia

Sebab itu, dalam mendeteksi sindrom fibromyalgia pada mamil, dokter akan mem bandingkan gejalanya dengan mail yang sehat, serta me nelusuri riwayat kesehatan mamil tersebut. %ila gejala yang dikeluhkan melebihi gejala kehamilan normal, mungkin saja Mama terkena sindrom fibromyalgia. Meski fibromyalgia mem buat mamil lebih “menderita”, dampaknya pada janin tidak selalu fatal. Studi yang dilakukan di Israel pada 2 mamil dengan fibromyalgia menemukan, hanya 0 yang mengalami keguguran. Studi itu lebih lanjut mengemukakan, meski mamil dengan fibromyalgia cenderung melahirkan bayi yang lebih mungil, angka kelahiran prematurnya relatif rendah.

Penyebabnya Belum Jelas

Penderita fibromyalgia mengalami rasa nyeri berlebihan akibat kelainan proses sensor di sistem saraf pusat, tetapi belum jelas apa yang menjadi penyebabnya. Sejumlah teori menduga, faktor keturunan atau genetik yang membuat kekacauan sistem saraf pusat tersebut. Ada pula yang menyebut kelainan neurotransmiter atau ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak sebagai biang keladi fibromyalgia.

Yang jelas, sejumlah besar penderita fibromyalgia mulai merasakan gejala-gejalanya setelah mengalami cedera, menjalani operasi, mengidap infeksi virus atau kejadian traumatis. Depresi dan stres tinggi yang berkepanjangan pun disinyalir menjadi faktor pencetus fibromyalgia. Karena itu, meski penyebab fibromyalgia belum diketahui secara pasti, namun bila tergolong kriteria berikut ini, maka berisiko mengalaminya, yakni berjenis kelamin perempuan‑ mereka yang berumur 30s 0 tahun‑ mereka yang anggota keluarganya menderita fibromyalgia‑ dan mereka yang mengalami trauma fisik atau emosional hebat.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Siapkah Si Kecil Toilet Training

Meskipun keberadaan diaper sangat membantu Mama Papa, jangan sampai terlewat menyiapkan si kecil untuk toilet training, ya. “Toilet training proses pembelajaran yang dilakukan oleh orangtua demi melatih adalah anak agar mampu BAK dan BAB di toilet serta mampu mengurus dirinya sendiri saat BAK dan BAB,” ujar psikolog Nurul Annisa.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Melalui toilet training ini, anak diajarkan tidak mengeluarkan air seni dan tinja di popok melainkan di toilet. Toilet training terdiri pada bowel control (kontrol buang air besar/BAB) dan bladder control (kontrol buang air kecil/BAK). Kemampuan mengontrol BAB umumnya lebih cepat dikuasai anak daripada BAK. Batita dianggap sebagai usia tepat untuk mengajarkan toilet training, karena pada usia 2–4 tahun, kemampuan anak untuk menahan BAK dan BAB mulai tampak. Ini terkait dengan kantong air seninya yang sudah lebih besar dan sistem saraf (sebagai alat kontrolnya) telah berkembang dengan lebih baik.

Namun demikian, secara psikologis kemampuan anak untuk dapat mengontrol BAK dan BAB dapat berbeda antara satu anak dengan anak lain. Di sinilah, kita perlu lebih peka melihat dan mengobservasi tingkat kesiapan anak. Sebab memberikan toilet training di waktu yang tidak tepat dapat memberi hasil kurang efektif. “Bahkan bisa memberikan efek kurang baik bagi anak. Anak dapat merasakan kekecewaan orangtua karena kegagalannya memenuhi harapan orangtua, yang berdampak pada perasaan tidak adekuat,” ujar Nurul.

Tanda Siap Toilet Training

Apa saja tanda-tanda batita siap untuk memulai toilet training? Kesiapan secara fi sik dapat dilihat dari rutinitas BAB atau BAK. Untuk itu, kita perlu memerhatikan keseharian si kecil. Apakah BAB/BAK terjadi pada waktuyang sama setiap hari? Atau mungkin memiliki pola yang cukup jelas, misal, anak selalu BAB pada pagi hari dan BAK setiap 2-3 jam sekali. Tanda lainnya, anak sudah mampu berkomunikasi bahwa ia sedang atau ingin BAB/BAK. Bila belum mampu berbicara dengan jelas, setidaknya terlihat dari ekspresi dan gerak-gerik tubuhnya. Selain itu, biasanya batita yang sudah siap tidak lagi buang air di malam hari, apalagi ketika tidur.

Sumber : https://eduvita.org/