Keluh Mahal Uang Kuliah Tunggal bag6

Padahal tuntutannya turun hingga separuh. ”Rumit prosesnya. Saya menyerah, enggak banding lagi,” ucapnya. Apa yang dialami Lia dan Yudi serta mahasiswa perguruan tinggi negeri yang juga mengajukan permohonan banding lain tampaknya berbanding terbalik dengan tujuan awal diberlakukannya sistem uang kuliah tunggal. Seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im, uang kuliah tunggal adalah bentuk dari biaya pendidikan berkeadilan.

Sistem uang kuliah tunggal sebenarnya diterapkan untuk menyederhanakan uang kuliah dengan banyak pos. Uang kuliah tunggal membuat mahasiswa tak perlu membayar uang pangkal, uang laboratorium, uang gedung, bahkan uang wisuda. Meski begitu, biaya kuliah disesuaikan dengan fakultas dan jurusan. Untuk jurusan dengan kebutuhan praktek dan laboratorium lebih banyak, biayanya jelas lebih tinggi.

Sebelumnya, Anda mengatakan ignorant, apakah tetap seperti itu saat menjadi menteri?

Ini sudah saya jawab. Sudah saya jelaskan ke Menteri Hukum. Silakan bertanya kepada beliau.

Ketika masuk ke Kementerian ESDM, apakah Anda mengetahui peta di dalam kementerian itu? Kalau saya mengetahui bakal masuk hutan belantara dan akan banyak ular di sana, tentu saya tidak berani. Karena tidak tahu, akhirnya berani. Tapi, insya Allah, kita hidup akan ada manfaatnya untuk orang lain.

Benarkah Anda akan diangkat kembali menjadi menteri setelah status kewarganegaraan selesai? Ketika diangkat menjadi menteri, saya berpandangan bahwa jabatan itu amanah. Sebelum dilantik jadi menteri, saya seorang insinyur. Lalu ada skenario dari yang atas saya jadi menteri. Saat dilantik pun dalam hati saya bersiap bahwa sewaktu-waktu jadi orang biasa. Jabatan itu tidak langgeng.

Paspor Amerika Untuk Mengurus Paten

Berbicara dengan media sempat menjadi momok bagi Arcandra Tahar. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mengaku selalu menghindari berbicara banyak dengan wartawan sejak awal men jabat menteri hingga awal-awal kasus kewarganegaraannya mencuat ke publik. Namun sikap itu luntur pada Rabu pekan lalu. Seusai acara penurunan bendera pusaka di Istana Negara, Arcandra memutuskan bertemu dan berbicara panjang dengan sejumlah wartawan.

”Saya merasa berdosa tidak melayani pertanyaan wartawan yang melaksanakan tugas,” katanya. Guna menjelaskan polemik kewarganegaraannya itu, Arcandra menerima Arif Zulkifli, Setri Yasra, Sunudyantoro, Dini Pramita, dan fotografer Dhemas Reviyanto dari Tempo di rumah dinas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Kamis malam pekan lalu. Dalam wawancara selama hampir dua setengah jam itu, Arcandra menjawab dengan sangat hati-hati setiap pertanyaan.