Rekomendasi Obat Pereda Nyeri

Rekomendasi Obat Pereda Nyeri – Untuk dapat memilih obat pereda nyeri yang cocok, sebaiknya kenali terlebih dulu sifat-sifat dari beberapa analgesik yang umumnya dijual bebas ini. • Aspirin Analgesik ini populer sejak tahun 60-an. Khasiatnya sebagai pereda rasa sakit dan nyeri (seperti sakit kepala dan sakit gigi), juga efektif sebagai obat demam (penurun panas) dan antiradang. Penemuan terbaru menyatakan aspirin bisa untuk mencegah penggumpalan darah. Ini berarti di bawah pengawasan dokter, aspirin dapat membantu mencegah berulangnya serangan jantung atau stroke.

Namun sifatnya ini justru membuat aspirin terlarang bagi pengguna obat anti-penggumpalan darah karena akan membuat efek obat tersebut menjadi terlalu kuat, sehingga meningkatkan risiko perdarahan, terutama di lambung. Aspirin juga tidak disarankan bagi penderita mag, asma, rematik, tekanan darah tinggi, lever, ginjal, atau bagi yang mudah mengalami perdarahan. Karena efeknya dapat merangsang lambung, sebaiknya obat-obat yang mengandung aspirin diminum setelah makan. Aspirin dahulunya digunakan sebagai analgesik-antipiretik untuk dewasa dan anak-anak. Saat ini penggunaan untuk anak-anak dihindari, termasuk untuk menurunkan demam, kecuali di bawah pengawasan dokter.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

• Parasetamol Paling banyak beredar di Indonesia. Khasiatnya, selain sebagai pereda rasa sakit juga sebagai penurun demam. Penggunaan parasetamol sesuai anjuran akan efektif menghilangkan nyeri juga menurunkan demam, dan hanya sedikit menyebabkan efek samping. Kekurangannya, dalam dosis tinggi parasetamol bisa menyebabkan kerusakan hati. Oleh sebab itu, penderita gangguan fungsi hati tidak disarankan mengonsumsinya. Parasetamol tidak menyebabkan sakit lambung. Karena itu, bagi yang tidak cocok dengan aspirin lantaran bisa menimbulkan rasa tak nyaman di lambung, dapat menggunakan parasetamol. The American Geriatric Society menganjurkan penggunaan parasetamol sebagai obat nyeri sendi pada orang-orang tua. Demikian pula The American College of Rheumatology menganjurkan penggunaan parasetamol untuk mengobati osteoarthritis ringan sampai sedang. Umumnya, analgesik ini yang paling sering diberikan pada anak. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa parasetamol hanya bisa digunakan pada bayi mulai usia 1 bulan (sesuai petunjuk dokter). Namun seaman apa pun suatu obat, untuk pemberian pada bayi sebaiknya konsultasikan terlebih dulu pada dokter.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.