Wajar Pemerintah Mencontoh Kami Bag15

Apalagi tren perbaikan ekonomi dunia masih agak lambat. Tapi saya optimistis arah pemerintah kita sudah benar. Misalnya, ada kemudahan berinvestasi, dwelling time diperpendek. Apa dampak yang Anda rasakan dengan pertumbuhan ekonomi sekarang? Dengan pertumbuhan 5 persen seperti sekarang, penciptaan lapangan kerja tidak banyak. Bagi Astra, yang paling penting tidak ada pemutusan hubungan kerja. Kami merasakan hal itu saat krisis ekonomi 1998.

Saat itu pimpinan kami harus memangkas 25 ribu karyawan karena otomotif, yang menempati 89 persen porsi bisnis kami, hanya berjalan 15 persen. Keuntungan kami sekarang turun 12 persen dibanding semester pertama tahun lalu. Tapi jangan sampai ada PHK. Om William (Soeryadjaya) mengajarkan kami untuk selalu menciptakan lapangan pekerjaan.

Tribute To Dad Bag2

Misal, saat istri memberi reward pada anak saya, karena ia bersikap baik, saya protes. Sebab, menurut buku tersebut, reward diberikan pada prestasi, bukan pada sikap baik. Sikap baik adalah keharusan.”

Baca juga : Kerja di Jerman

Bagi Hery, seorang ayah haruslah dapat menjadi pemberi semangat bagi keluarga, selalu memeluk anak-anaknya, dan dapat membangun hubungan saling percaya. Penggambaran ayah oleh Hasanudin Abdurakh man, mengundang tawa peserta. Menurut fi sikawan lulusan negeri sakura, Jepang ini, seorang ayah adalah hero, sahabat Mama sekaligus yang membuahi Mama (geerrr), dan guru bagi anak-anaknya. Sementara bagi Erwin Parengkuan, menjadi ayah berarti harus rela menyediakan waktu bagi anak-anak, mau menjadi pendengar yang baik, dan berusaha terlibat dengan mereka.

“Sejak kecil saya telah mengajari anak-anak untuk membuat goal-goal dalam hidupnya. Apa yang mereka ingin lakukan saat SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, hingga cita-cita yang ingin mereka gapai. Mereka bisa mengisinya di ‘Diagram Cita-Citaku’. Saya tidak pernah melarang mereka untuk memiliki suatu cita-cita, tapi saya akan menjelaskan konsekuensi-konsekuensinya,” ujar ayah dari 4 anak ini.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini berlangsung santai penuh tawa. Joy Parenting sendiri merupakan program rutin yang bertujuan menutup jurang pemisah antara orangtua dan anak-anaknya, sehingga anak-anak akan merasa dicintai, bahagia, menikmati hidup, dan diterima oleh orangtuanya apa adanya.

TETEP PEDE, WALAU… “Saya sangat bersyukur dikarunia anak cantik dan cerdas. Jihan, anak kedua saya ini, sangat cerewet sekali. Rasa ingin tahunya sangat besar, setiap kali ada hal baru yang dilihatnya, dia selalu bertanya. Meskipun terkadang masih menggunakan bahasa yang kurang jelas bagi orang lain, dia tetep aja cuek tanya dan pede lagi.” Aizah, mama dari Jihan Liyana Zahirah (23 bulan).

MANA TAHAN Kayla selain aktif bergerak juga cerewet. Di usianya sekarang, banyak kata baru yang dia ucapkan. Alhamdulillah tiap melihat sebuah warna, dia sudah bisa sebutkan warna yang dimaksud. Beberapa huruf alfabet, juga dia sudah hafal walau beberapa. Sambil bermain pasel huruf, dia bisa menyebut huruf yang dipasang. Kalau sudah bernyanyi, duuh.. gayanya itu mana tahan.” Ietha Wijaya, mama dari Kayla (2,5).

Sumber : https://ausbildung.co.id/