Saatnya Merancang Jenis Kelamin Bayi

Kalau ingin bayi laki-laki, perbanyak makan daging merah. Sebaliknya, kalau ingin bayi perempuan, makanlah daging ayam. Apakah Mama Papa pernah mendengar nasihat tersebut? Memang, jenis kelamin anak yang akan dilahirkan ditentukan oleh Yang Mahakuasa, namun tak ada salahnya jika kita berusaha mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang kita inginkan. Nah, mengonsumsi makanan yang diyakini bisa meningkatkan persentase kelahiran bayi laki-laki atau perempuan, tak ada salahnya dicoba.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Jika Ingin Bayi Laki-Laki Seperti diketahui, jenis kelamin anak ditentukan oleh sel sperma, karena sel sperma memiliki dua kromosom seks berbeda, yaitu XY, sedangkan sel telur memiliki dua kromosom yang sama, yaitu XX. Nah, untuk menghasilkan janin laki-laki, maka yang harus membuahi sel telur adalah sel sperma yang berunsur kromosom Y. Kromosom Y ini lincah bergerak, tetapi daya tahannya lebih rendah dari kromosom X.

Bila kondisi pH pada Miss V lebih basa, maka kromosom Y menjadi lebih lincah dan mudah bergerak, sehingga lebih cepat sampai ke indung telur dan membuahi sel telur. Sebaliknya, bila kondisi pH pada Miss V dan serviks lebih asam, maka akan menghambat pergerakan sel sperma kromosom Y ini, bahkan bisa membunuhnya. Untuk itu, Mama dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya akan sodium dan potasium, karena makanan ini dapat menurunkan kadar pH (asam) pada lendir leher rahim sehingga menjadi lebih basa.

Yang termasuk makanan kaya sodium, antara lain: bit, seledri, wortel, daging sapi, bayam, dan lobak. Sementara makanan yang kaya potasium adalah ubi, saus tomat, kerang, air tebu, tuna, labu air, pisang, dan lainnya. Selain itu, jamur, ceri manis, daging merah, aprikot, buah persik, kurma, roti putih, kue kering, sup krim, minuman berkarbonasi, makanan olahan, seafood, makanan yang memiliki rasa asin, juga diyakini dapat menurunkan kadar asam di dalam Yagina dan serYik. Sebaliknya, Mama perlu menghindari makanan yang dapat meningkatkan pH di area vagina dan leher rahim sehingga menjadi lebih asam. Selain dapat menghambat kelincahan juga bisa mematikan sel sperma kromosom Y.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *