Antara Pungli Dan Korupsi Bag4

Belakangan, rupanya, hubungan Ridwansyah dengan ”bapak angkat”-nya itu pun renggang. Konon, gara-gara ia tidak lagi memenuhi kewajibannya membayar upeti. Si bapak angkat rupanya membocorkan rahasia Ridwansyah ke pusat. Itulah sebabnya, akhirnya Ridwansyah harus ke meja hijau. ”Keterlambatan” perkara itu disidangkan—sampai Ridwansyah diangkat sebagai bupati—disesalkan berbagai pihak. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh, Usmanuddin, misalnya, berkata, ”Sekarang, sebagai kepala daerah, kan menjadi aib bagi pemda untuk menyeretnya ke pengadilan.” Padahal, menurut dia, ”Seseorang yang akan menjadi kepala daerah perlu ’tanda bersih diri’.

Dan, dengan lolosnya ia dari proses, berarti ia sudah lulus. Jadi, kalau memang ia tersangkut perkara korupsi, kenapa tidak dari waktu itu dipersoalkan.” Pengacara Ridwansyah, Nasrullah, mengatakan bahwa kasus itu bukan menjadi tanggung jawab Biro Kepegawaian, melainkan Panitia Pemutihan. ”Seharusnya ketua panitia, Sekwilda Aceh, yang bertanggung jawab. Sebab, Ridwansyah hanya sekretaris,” ujar Nasrullah. Karena itu, ia curiga perkara tersebut hanyalah permainan politik untuk menjatuhkan sang Bupati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *