Menafsir Ulang Monumen

Ada juga karya Budi Adi Nugroho berjudul In Search of Gold. Budi menampilkan semacam bandul besar yang satu sisinya datar berwarna keemasan, sedangkan sisi lainnya cembung berwarna merah jambu. Bandul ini terus berputar dan memantulkan cahaya dari kedua sisinya. Edwin Windu Pranata membuat ruparupa bentuk berwarna cerah dari barang sehari-hari, seperti kepala sikat WC, cetakan lontong, dan tali-temali. Benda-benda ini ditaruh di rak tiga tingkat berlapis kaca.

Kurator pameran, Rizki A. Zaelani, menyebut karya ini sebagai satu bentuk pendekatan baru dalam seni patung yang mampu menampilkan konsep monumen dari benda sehari-hari. ”Aspek monumental ternyata dapat juga dibentuk dalam proses seketika,” kata Rizki. Sejumlah pematung senior turut serta dalam pameran ini. Karya Rita Widagdo berjudul Interwoven Energy menjadi penyambut di pintu masuk. Karya ini berupa lempengan stainless steel yang membentuk sebuah gelombang. Tak jauh, ada dua seri pahatan di atas marmer karya Sunaryo berjudul Let Your Boat of Life be Light 1 & 2. Ada pula karya Putiaso yang dibuat Nyoman Nuarta pada 2005 berupa monumen jantung raksasa yang terbelah tepat di tengah sehingga menampakkan daging berwarna merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *