Payudara Tak Perlu Perawatan Khusus

Menyusui bukan sekadar memberi ASI kepada bayi. Menyusui meru- pakan penyelamat hi dup bayi yang paling murah dan efektif di dunia. Begitulah isi kam panye UNICEF pada Pekan ASI Se dunia 2013 di New York, tak lama setelah WHO merekomendasikan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Dalam kampanye tersebut, UNICEF menekankan, bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif, 14 kali lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam enam bulan pascakelahiran ketimbang bayi-bayi yang tidak disusui.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Jadi, pemberian ASI di awal kehidupan bayi terbukti mampu mengurangi risiko kematian bayi baru lahir hingga 45%. Sayangnya, walau hampir semua ibu dapat menyusui, WHO mengatakan, kurangnya informasi yang akurat, tak ada dukungan penuh dari keluarga, dan sistem perawatan kesehatan yang tidak memadai, membuat pemberian ASI Eksklusif sangat mungkin tak terlaksana. Nah, bila Mama memiliki harapan besar untuk bisa memberikan ASI dengan lancar, inilah waktu yang tepat untuk melakukan persiapan dengan cara merawat payudara.

Jangan Dipijat

Tak bisa dimungkiri, keinginan untuk memberikan ASI Eksklusif harus didukung dengan pe rawatan payudara yang tepat. Nah, seperti apa perawatannya? Menurut dr. Amalia Pane, SpOG, tak ada perawatan payudara secara khusus yang perlu di lakukan oleh mamil, baik itu pijatan, senam, ataupun gerakan gerakan tertentu. Khusus pijat payudara saat hamil, dokter spesialis kebidan an dan kandungan sekaligus konselor laktasi ini, sama sekali tak menyarankannya, karena pemijatan pada payudara di khawatirkan bisa menstimulasi kontraksi pada rahim.

Pasalnya, kontraksi bisa mempercepat ter jadinya kelahiran dan hal ini tentu bisa berbahaya bila usia kandungan Mama belum cukup bulan. Kecuali bila usia kandungan sudah memasuki hari perkiraan lahir (HPL), tetapi tanda-tanda kelahiran belum terasa, pijatan pada payudara bisa membantu menstimulasi kontraksi. Oleh karena itu, mamil di sarankan untuk berkonsultasi ter lebih dahulu pada dokter obgin bila hendak melakukan pijatan atau perawatan tertentu pada payudara. “Sebenarnya, payudara cukup dibersihkan secara rutin pada saat mandi,” ujar Amalia. Jadi, saat Mama menyabuni tubuh ketika mandi, bersihkan pula bagian payudara. Lakukan dengan lembut, tak perlu digosok apalagi dipijat, ya, Ma.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *