Bolehkah Kontes Foto dan Bakat

Akhir-akhir ini marak diadakan lomba foto bayi/balita di media sosial, malmal, dan media massa. Biasanya lomba ini diselenggarakan dalam rangka promosi produk anak-anak. Mama Rita Zora, misalnya, per nah mengikutkan beberapa kali bayinya (11 bulan) ke berbagai kontes bayi di Facebook dan Instagram. “Sejak 6 bulan, Aziza sudah saya ikutkan lomba. Kebetulan anak saya cute. Tapi tujuannya bukan untuk menang. Asal udah dapat jempol dari viewers, rasanya senang banget.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Sampai sekarang sudah enam kali ikut, Aziza baru sekali menang, itupun juara harapan. Tapi senang lihat anak tampil,” kata Mama Rita yang mengaku hanya ikut kontes yang gratis-gratis saja. Lain lagi pengalaman Mama Mega Lianah yang mengikutsertakan putri kecilnya pada lomba fashion show balita. “Anakku Raras (4) memang senang tampil gaya. Saat saya ikutkan lomba ternyata dia pede banget pas di panggung. Padahal saya enggak pernah mengajari khusus. Sampai sekarang keterusan ikut lomba fashion dan beberapa kali jadi juara.”

Lihat Penyelenggara Dan Kesiapan Anak

Apa pun alasan Mama mengikutkan si kecil dalam sebuah lomba/kontes, baik untuk kontes foto atau kontes bakat, Mama perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: Dari sisi penyelenggara: ¦ Lihat siapa penyelenggaranya. Agar tidak tertipu, pilih penyelenggara legal. Contoh, Mama boleh mempertimbangkan bila penyelenggaranya sebuah produk makanan/mainan bayi atau mal ternama. Alamat dan nama yang jelas menjadi jamin an bila ada sesuatu hal yang memberatkan, Mama bisa langsung mendatangi pihak penyelenggara.

¦ Lihat tujuan penilaian. Kalau kontes lomba foto bayi sehat, berarti kriteria tertinggi adalah yang berpenampilan paling lucu dan menarik, disertai proporsional tinggi dan berat badan. Sementara dalam kontes bakat, meskipun anak Mama cantik selangit, namun jika kurang ada bakat yang bisa ditonjolkan, lebih baik tunda dulu meng ikutinya agar lebih siap “bertarung” dengan kontestan lain. ¦ Lihat biaya pendaftaran. Untuk lomba foto yang di sponsori produk makanan/ produk pakaian yang besar dan legal, biasanya kita ti dak dikenakan biaya pendaf taran. Kalaupun ada, paling hanya menunjukkan struk belanja produk mereka. Tapi kalau ada penyelenggara meng iming-imingi hadiah bombastis, namun biaya pen daftarannya hingga ratusan ribu, lupakan saja. Ini pasti penipuan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *