Wawancara dengan Sri Mulyani Indrawati

Target penerimaan tax amnesty Rp 165 triliun itu akan tercapai? Itu pertanyaan yang berkali-kali diajukan ke saya. Benarkah hitung-hitungan Anda hanya Rp 60 triliun yang realistis? Saya enggak punya hitung-hitungan sendiri. Saya ke sini jadi menteri kan sudah ada undang-undang tax amnesty. Saya sudah punya Undang-Undang APBN yang harus saya kerjakan. Saya rasa pembayar pajak potensial kita, yang selama ini melakukan penghindaran pajak atau tax planning, sangat riil. Kalau tidak, rasio pajak kita tidak bakal serendah ini. Jadi kita punya banyak potensi yang saat ini tak bisa kita kumpulkan. Dengan tax amnesty, orang tanya nanti kalau presidennya bukan Jokowi bagaimana. Kami punya undang-undang, saya perbaiki institusinya, kita bikin kerjanya.

Siapkah Si Kecil Toilet Training

Meskipun keberadaan diaper sangat membantu Mama Papa, jangan sampai terlewat menyiapkan si kecil untuk toilet training, ya. “Toilet training proses pembelajaran yang dilakukan oleh orangtua demi melatih adalah anak agar mampu BAK dan BAB di toilet serta mampu mengurus dirinya sendiri saat BAK dan BAB,” ujar psikolog Nurul Annisa.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Melalui toilet training ini, anak diajarkan tidak mengeluarkan air seni dan tinja di popok melainkan di toilet. Toilet training terdiri pada bowel control (kontrol buang air besar/BAB) dan bladder control (kontrol buang air kecil/BAK). Kemampuan mengontrol BAB umumnya lebih cepat dikuasai anak daripada BAK. Batita dianggap sebagai usia tepat untuk mengajarkan toilet training, karena pada usia 2–4 tahun, kemampuan anak untuk menahan BAK dan BAB mulai tampak. Ini terkait dengan kantong air seninya yang sudah lebih besar dan sistem saraf (sebagai alat kontrolnya) telah berkembang dengan lebih baik.

Namun demikian, secara psikologis kemampuan anak untuk dapat mengontrol BAK dan BAB dapat berbeda antara satu anak dengan anak lain. Di sinilah, kita perlu lebih peka melihat dan mengobservasi tingkat kesiapan anak. Sebab memberikan toilet training di waktu yang tidak tepat dapat memberi hasil kurang efektif. “Bahkan bisa memberikan efek kurang baik bagi anak. Anak dapat merasakan kekecewaan orangtua karena kegagalannya memenuhi harapan orangtua, yang berdampak pada perasaan tidak adekuat,” ujar Nurul.

Tanda Siap Toilet Training

Apa saja tanda-tanda batita siap untuk memulai toilet training? Kesiapan secara fi sik dapat dilihat dari rutinitas BAB atau BAK. Untuk itu, kita perlu memerhatikan keseharian si kecil. Apakah BAB/BAK terjadi pada waktuyang sama setiap hari? Atau mungkin memiliki pola yang cukup jelas, misal, anak selalu BAB pada pagi hari dan BAK setiap 2-3 jam sekali. Tanda lainnya, anak sudah mampu berkomunikasi bahwa ia sedang atau ingin BAB/BAK. Bila belum mampu berbicara dengan jelas, setidaknya terlihat dari ekspresi dan gerak-gerik tubuhnya. Selain itu, biasanya batita yang sudah siap tidak lagi buang air di malam hari, apalagi ketika tidur.

Sumber : https://eduvita.org/

Saya Ingin Membangun Kepercayaan

SRI Mulyani Indrawati adalah bintang yang kembali. Presiden Joko Widodo ”memanggil” dia pulang dari jabatannya yang mentereng sebagai Direktur Pelak sana Bank Dunia. Sri ditunjuk menjadi Menteri Keu angan. Ia menempati pos yang sama dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, periode ketika ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia versi Emerging Markets Forum pada 2006.

”Kalau Anda diminta pemimpin negara untuk berkontribusi, dan Anda merasa secara personal atau secara profesional dan idealismenya sesuai, Anda harus melakukannya,” kata Sri dalam wawancara khusus pada Kamis pekan lalu. Sepekan menempati pos strategis itu, Sri memangkas anggaran belanja negara sebesar Rp 133,8 triliun.

Payudara Tak Perlu Perawatan Khusus

Menyusui bukan sekadar memberi ASI kepada bayi. Menyusui meru- pakan penyelamat hi dup bayi yang paling murah dan efektif di dunia. Begitulah isi kam panye UNICEF pada Pekan ASI Se dunia 2013 di New York, tak lama setelah WHO merekomendasikan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Dalam kampanye tersebut, UNICEF menekankan, bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif, 14 kali lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam enam bulan pascakelahiran ketimbang bayi-bayi yang tidak disusui.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Jadi, pemberian ASI di awal kehidupan bayi terbukti mampu mengurangi risiko kematian bayi baru lahir hingga 45%. Sayangnya, walau hampir semua ibu dapat menyusui, WHO mengatakan, kurangnya informasi yang akurat, tak ada dukungan penuh dari keluarga, dan sistem perawatan kesehatan yang tidak memadai, membuat pemberian ASI Eksklusif sangat mungkin tak terlaksana. Nah, bila Mama memiliki harapan besar untuk bisa memberikan ASI dengan lancar, inilah waktu yang tepat untuk melakukan persiapan dengan cara merawat payudara.

Jangan Dipijat

Tak bisa dimungkiri, keinginan untuk memberikan ASI Eksklusif harus didukung dengan pe rawatan payudara yang tepat. Nah, seperti apa perawatannya? Menurut dr. Amalia Pane, SpOG, tak ada perawatan payudara secara khusus yang perlu di lakukan oleh mamil, baik itu pijatan, senam, ataupun gerakan gerakan tertentu. Khusus pijat payudara saat hamil, dokter spesialis kebidan an dan kandungan sekaligus konselor laktasi ini, sama sekali tak menyarankannya, karena pemijatan pada payudara di khawatirkan bisa menstimulasi kontraksi pada rahim.

Pasalnya, kontraksi bisa mempercepat ter jadinya kelahiran dan hal ini tentu bisa berbahaya bila usia kandungan Mama belum cukup bulan. Kecuali bila usia kandungan sudah memasuki hari perkiraan lahir (HPL), tetapi tanda-tanda kelahiran belum terasa, pijatan pada payudara bisa membantu menstimulasi kontraksi. Oleh karena itu, mamil di sarankan untuk berkonsultasi ter lebih dahulu pada dokter obgin bila hendak melakukan pijatan atau perawatan tertentu pada payudara. “Sebenarnya, payudara cukup dibersihkan secara rutin pada saat mandi,” ujar Amalia. Jadi, saat Mama menyabuni tubuh ketika mandi, bersihkan pula bagian payudara. Lakukan dengan lembut, tak perlu digosok apalagi dipijat, ya, Ma.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman Bag4

Kermiche dan Petitjean, yang diketahui telah berbaiat kepada kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), bahkan sempat menyandera dua biarawati dan sepasang anggota jemaat lanjut usia, sebelum ditembak mati polisi. Peristiwa horor di St. Étienne du Rouvray melengkapi rentetan aksi teror yang mendera Prancis dalam satu setengah tahun terakhir.

Dari insiden Charlie Hebdo, yang menewaskan 12 orang; serangan Paris, 130 orang tewas; hingga aksi serudukan truk maut yang merenggut 84 nyawa di Kota Nice pada 14 Juli lalu. Para pelaku semua serangan mematikan itu diketahui berkelindan dengan kelompok Islam radikal, entah Al-Qaidah entah ISIS. Pemerintah Prancis bereaksi keras, mengarahkan sorotan pada 2.500 masjid di penjuru negeri.

Bolehkah Kontes Foto dan Bakat

Akhir-akhir ini marak diadakan lomba foto bayi/balita di media sosial, malmal, dan media massa. Biasanya lomba ini diselenggarakan dalam rangka promosi produk anak-anak. Mama Rita Zora, misalnya, per nah mengikutkan beberapa kali bayinya (11 bulan) ke berbagai kontes bayi di Facebook dan Instagram. “Sejak 6 bulan, Aziza sudah saya ikutkan lomba. Kebetulan anak saya cute. Tapi tujuannya bukan untuk menang. Asal udah dapat jempol dari viewers, rasanya senang banget.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Sampai sekarang sudah enam kali ikut, Aziza baru sekali menang, itupun juara harapan. Tapi senang lihat anak tampil,” kata Mama Rita yang mengaku hanya ikut kontes yang gratis-gratis saja. Lain lagi pengalaman Mama Mega Lianah yang mengikutsertakan putri kecilnya pada lomba fashion show balita. “Anakku Raras (4) memang senang tampil gaya. Saat saya ikutkan lomba ternyata dia pede banget pas di panggung. Padahal saya enggak pernah mengajari khusus. Sampai sekarang keterusan ikut lomba fashion dan beberapa kali jadi juara.”

Lihat Penyelenggara Dan Kesiapan Anak

Apa pun alasan Mama mengikutkan si kecil dalam sebuah lomba/kontes, baik untuk kontes foto atau kontes bakat, Mama perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: Dari sisi penyelenggara: ¦ Lihat siapa penyelenggaranya. Agar tidak tertipu, pilih penyelenggara legal. Contoh, Mama boleh mempertimbangkan bila penyelenggaranya sebuah produk makanan/mainan bayi atau mal ternama. Alamat dan nama yang jelas menjadi jamin an bila ada sesuatu hal yang memberatkan, Mama bisa langsung mendatangi pihak penyelenggara.

¦ Lihat tujuan penilaian. Kalau kontes lomba foto bayi sehat, berarti kriteria tertinggi adalah yang berpenampilan paling lucu dan menarik, disertai proporsional tinggi dan berat badan. Sementara dalam kontes bakat, meskipun anak Mama cantik selangit, namun jika kurang ada bakat yang bisa ditonjolkan, lebih baik tunda dulu meng ikutinya agar lebih siap “bertarung” dengan kontestan lain. ¦ Lihat biaya pendaftaran. Untuk lomba foto yang di sponsori produk makanan/ produk pakaian yang besar dan legal, biasanya kita ti dak dikenakan biaya pendaf taran. Kalaupun ada, paling hanya menunjukkan struk belanja produk mereka. Tapi kalau ada penyelenggara meng iming-imingi hadiah bombastis, namun biaya pen daftarannya hingga ratusan ribu, lupakan saja. Ini pasti penipuan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/